6 Cara Stimulasi Tumbuh Kembang Otak Anak

Tahukah Anda, kecerdasan (IQ) anak tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi juga stimulasi? Selain faktor keturunan (nature), nutrisi dan stimulasi tumbuh kembang otak anak (nurture) juga dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan si kecil. Stimulasi dapat Anda lakukan melalui bermain, musik, bahasa dan aktivitas lainnya.

Stimulasi tumbuh kembang otak anak yang dilakukan sedini mungkin sangat penting karena perkembangan fungsi otak mencapai 90% dalam 5 tahun pertama kehidupan anak. Berikut enam cara stimulasi yang dipercaya membantu tumbuh kembang otak anak, di antaranya:

Bermain
Jenis stimulasi harus disesuaikan dengan kemampuan usia. Misalnya, saat usia anak 7-8 bulan, orangtua bisa bermain cilukba dengan si kecil. Permainan ini mengajarkan anak bersosialisasi dan mengenalkan konsep aksi-reaksi pada anak. Bila usia anak 9-10 bulan, permainan cilukba bisa ditingkatkan ke permainan petak umpet.
Perlu diketahui, bayi menyukai hal yang terprediksi dan senang aksi menekan atau menarik mainan. Kalau mereka sudah menyukainya, mereka senang melakukan pengulangan (repetisi) tak terhitung banyaknya. Sementara untuk anak berusia 1 tahun, orangtua sebaiknya mengajak si kecil bermain permainan yang diiringi tantangan dan membuat logika anak berjalan.

Berbicara
Orangtua dianjurkan untuk berbicara pada anak sesering mungkin dengan penuh kasih sayang, terutama pada bayi dan masa balita. Walaupun anak belum mampu menjawab, si kecil dapat mengekspresikan perasaannya dengan senyuman, gerakan bibir, berteriak sampai menangis.
Orangtua dapat berbicara dengan anak menggunakan beberapa teknik, antara lain:

• Bertanya dengan bahasa sederhana, seperti “adik haus ya?”
• Memberi komentar pada perasaan anak dengan bahasa sederhana, seperti “kasihan, adik rewel karena kepanasan, ya?”
• Memberi komentar akan keadaan atau perilaku anak, seperti “wah, rambutmu sudah panjang ya”
• Bercerita tentang benda-benda yang ada di sekeliling anak, seperti “lihat ini sepeda warnanya kuning.”

Memberikan respons
Sean Brotherson, seorang psikolog keluarga senior dari North Dakota State University, Amerika Serikat, menyatakan bahwa lingkungan yang ramah akan menghasilkan situasi belajar yang optimal bagi anak dan meningkatkan tumbuh kembang otak bayi. Salah satu teknik stimulasi tumbuh kembang otak anak yang efektif adalah memberi respons kepada anak yang meminta dukungan dan perhatian.

Lantas, respons seperti apa yang membuat anak merasa didengar atau nyaman?

• Sensitivitas, orangtua dapat merasakan keresahan bayi melalui ekspresi atau gestur tanpa bayi harus menangis terlebih dahulu
• Timing, orangtua sebaiknya memberikan respons cepat sebelum anak terlihat kesal
• Kehangatan, repons yang penuh perhatian dan kasih sayang membuat anak belajar secara sederhana makna kata percaya (trust)
• Respons yang diberikan sesuai dengan harapan atau tidak.

Mengenalkan aroma
Pertama kali anak mengenal orangtua terutama ibu bukanlah dari wajahnya, namun dari aromanya. Bahkan, si kecil juga mampu mengenali aroma air susu ibu. Tahukah Anda, aroma yang berbeda bisa memberikan stimulasi tumbuh kembang otak anak?

Apabila anak sudah diperkenalkan MPASI, berilah ia waktu mencium dan mengenali aroma makanan baru tersebut. Alternatif lain adalah mengajak si kecil pergi ke luar dan membiarkannya mencium aroma udara, tanah dan berbungaan.
Melalui aroma, anak mampu mengasosiasikan atau membangunkan kembali memori zaman dahulu. Misalnya, saat anak mencium aroma popcorn, bertepatan dengan ia mendapat kasih sayang dari orang-orang terdekatnya. Otomatis, saat aroma popcorn tercium kembali, hal itu akan membawa anak pada ingatan masa-masa indah tersebut.

Kontak mata
Sel-sel otak anak akan terhubung melalui kontak mata. Melalui tatap mata akan tercipta koneksi emosi yang kuat sehingga membuat anak merasa dicintai dan merasa dirinya berharga. Kontak mata adalah salah satu koneksi sederhana, namun memiliki pengaruh luar biasa pada tumbuh kembang anak. Stimulasi tumbuh kembang otak anak melalui kontak mata, dapat dijadikan sebagai jembatan pertama anak belajar akan fitur wajah dan pemahaman sederhana ekspresi pada wajah.

Sentuhan
Stimulasi tumbuh kembang otak anak lainnya adalah sentuhan. Sentuhan merupakan kebutuhan utama anak yang berfungsi untuk menciptakan hubungan antar sel otak si kecil. Sentuhan terutama pelukan dan ciuman lembut akan membuat anak merasa terlindungi dan kebutuhan afeksinya terpenuhi.

Berangkat dari rasa terlindungi inilah, si kecil merasa aman dan memiliki kepercayaan diri mengeksplorasi lingkungan sekitar. Sentuhan juga memengaruhi pada kecerdasan emosional anak, yang akan menguatkan perasaan-perasaan positif yang ia miliki dan tumbuh menjadi pribadi ber-EQ di atas rata-rata.

Stimulasi tumbuh kembang otak anak akan optimal bila diberikan pada atmosfer menyenangkan (tidak terburu-buru), penuh cinta, dilakukan sesering mungkin dan sifatnya berkesinambungan. Saat memberikan stimulasi, orangtua juga harus memperhatikan kondisi anak. Apakah si kecil dalam kondisi fit, siap maupun senang. Berikan pujian apabila saat diberikan stimulasi anak merespons dengan baik.

 

Sumber gambar:
1: oxfordlearning.com
2: lcfclubs.co.nz
3: mdpcdn.com/
4: googleapis.com
5: http://abclearningcenterfl.com
6: mdpcdn.com/
7: wp.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*