Anak Usia Dini Belajar Bahasa Inggris, Ternyata Ada Efek Negatifnya

Anak usia dini belajar bahasa Inggris, memang terdengar sangat keren. Namun dibalik kerennya itu, ternyata mengajarkan anak bahasa Inggris ataupun bahasa kedua di usia dini memiliki efek negatif yang cukup berdampak pada anak.

Memang di usia dini akan lebih mudah untuk menangkap pelajaran. Namun alangkah lebih baiknya jika anak diajari dulu menggunakan bahasa ibu nya (dalam hal ini bahasa Indonesia) dibandingkan bahasa asing. Apalagi jika Anda memaksa anak untuk belajar bahasa asing sementara dalam menggunakan bahasa ibu nya saja masih bingung.

Mengajarkan bahasa kedua di usia dini bisa memberikan dampak beban kognitif tambahan pada pusat-pusat bahasa di otak anak. Maka anak yang belajar dua bahasa sekaligus akan menghadapi masalah intelektual yang berbeda dari anak-anak yang hanya belajar bahasa ibu.

Berikut ini beberapa dampak negatif lainnya ketika Anda mengajarkan anak bahasa kedua di usia dini:

Kemunduran Bahasa

Menurut penulis buku “Language Development”,  Professor Psikologi Erika Hoff, belajar beberapa bahasa secara bersamaan akan membatasi jumlah kata yang dapat anak pelajari dalam waktu yang telah ditentukan.

Misalnya , balita hanya memiliki kapasistas kognitif untuk belajar kosa kata baru rata-rata 20 per bulannya. Ketika Anda mengajarkan dua bahasa pada anak tersebut maka, dia hanya bisa belajar 10 kata baru dalam bahasa ibu, dan 10 kata dalam bahasa asing. Hal ini tentunya berdampak pada perkembangan bahasa anak di usianya.

Hambatan Pengguasaan Bahasa

Ketika anak sedang belajar bahasa ibu namun diajarkan bahasa asing atau bahasa kedua, maka bisa menyebabkan kesalahpahaman dan menghambat dalam penguasaan bahasa. Anak akan bingung mana bahasa ibu mana bahasa kedua. Bahkan tidak jarang kosa kata baru anak tidak bertambah akibat bingung dengan aksen dan bahasa yang sedang dipelajarinya.

Perbedaan Budaya

Tahukah Anda jika memperkenalkan bahasa asing di usia dini bisa membuat anak melupakan budaya aslinya? Niat orangtua untuk memperkenalkan bahasa asing di usia dini memang bagus. Alasannya mungkin karena ingin menyiapkan anak dalam bisnis di masa depan, ada juga karena sekolah yang menuntutnya. Malah ada juga orangtua yang mengajarkan bahasa asing di usia dini karena gengsi.

Namun sebelum Anda mengenalkan bahasa asing di usia dini, penting diketahui jika langkah ini bisa berujung negatif. Anak bisa bingung dengan budayanya asalnya sendiri dan bahkan melupakan budayanya. Hasilnya, penerus budaya pun akan berkurang dan mungkin lama-lama menghilang.

Misalnya jika anak tinggal di Indonesia namun belajar bahasa Jepang maka dia bisa mempertanyakan identitasnya. Hal ini sekali lagi bisa mengakibatkan kebingungan budaya.

Kesulitan dalam Belajar Bahasa Asing Sampai Menimbulkan Stres

Bahasa asing tentu saja berbeda dengan bahasa ibu. Baik itu tata bahasa, penggunaan huurf, dan cara membaca yang berbeda. Dan ketika anak disuruh mempelajari ribuan kosatakata bahasa asing tentu saja akan membuatnya stres karena cara mengeja dan mengucapkannya berbeda dengan bahasa ibu.

Melupakan Apa yang Dipelajari

Bahasa asing walaupun dipelajari namun tidak dipraktekan akan mudah dilupakan. Nah ketika Anda memasukkan anak ke tempat les bahasa asing namun tidak mempraktekannya atau lingkungan keseharian anak menggunakan bahasa ibu, tentu saja anak akan melupakan apa yang dipelajarinya.

Anak usia dini belajar bahasa Inggris sebenarnya tidak ada, namun tunggu sampai usianya cukup matang dalam mempelajarinya. Biarkan anak untuk mengguasai bahasa ibu nya sendiri serta budayanya. Dengan begitu Anda turut mendukung dan melestarikan budaya negara sendiri dengan menurunkannya pada sang anak.

  1. http://www.rd.com/
  2. http://cdn.skim.gs
  3. cloudfront.net
  4. cloudfront.net
  5. http://www.multiplemayhemmamma.com
  6. http://www.hepimizaileyiz.com/Cocugum
  7. http://www.momjunction.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*