Category "Karakter Anak"

2Jul2018

Generasi Emas Itu Berawal dari Pendidikan Anak Usia Dini. Petuah lama mengatakan bahwa “jika ingin merengkuh bambu maka rengkuhlah dari rebungnya”. Kata-kata ini tepat sekali bahwa ketika kita menginginkan seorang anak atau generasi yang baik kedepannya maka perhatikanlah pendidikan anak di usia dini. Anak usia dini sering disebut juga golden age atau generasi emas.

Secara definisi Pendidikan Anak Usia Dini dapat dipahami sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003).

Dimana pada generasi inilah seharusnya nilai-nilai luhur tentang kehidupan harus ditanamkan. Sebagaimana Friedrich Wilhem August Frobel sang pendiri Kindergarten atau dikenal sebagai Probel School mengatakan bahwa “Anak usia dini diibaratkan seperti tunas tumbuh-tumbuhan, masih memerlukan pemeliharaan dan perhatian sepenuhnya dari si “Juru Tanam”. Probel School merupakan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini pertama di Dunia yang berdiri di Kota Blankerburg, Jerman.

Berdasarkan penjelasan di atas maka tidak heran saat ini pertumbuhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangatlah signifikan. Dimana-dimana sekarang kita lihat bermunculan lembaga PAUD baik yang dilenggarakan oleh pemerintah maupun di bawah yayasan. Ini menunjukkan keseriuasan para pemerhati pendidikan tentang pentingnya pendidikan anak di usia dini.

Adapun secara historis di Indonesia Pendidikan Anak Usia Dini atau sering disingkat PAUD itu sendiri berawal pada masa penjajahan Belanda. Seiring perjalanan waktu keberadaan PAUD mulai diakui oleh pemerintah pada tahun 1950 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 4 tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah. Dimana di dalamnya tertuang bahwa PAUD yang pada saat itu masih diberi nama Taman Kanak-Kanak (TK) termasuk dalam Sistem Pendidikan Nasional. Pada tahun itu jugalah berdiri sebuah organisasi yang disebut Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) tepatnya pada tanggal 22 Mei 1950 (Buku Kerangka Besar Pengembangan PAUD Indonesia Periode 2011-2025, Dirjen PAUDNI, Non Formal dan Informal, Kemendiknas Tahun 2011).

Berawal dari sanalah lembaga PAUD atau TK mulai dirintis sampai ke pelosok Negeri. Saat ini (2017) kita bisa melihat keberadaan PAUD atau TK menjadi perhatian yang luar biasa dari pemerintah dan orang tua yang ditandai dengan semakin besarnya animo masyakat untuk menyekolahkan anaknya masing-masing dan perhatian pemerintah baik dari sisi materil maupun non materil mulai meningkat meskipun terbilang lambat jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Meskipun terbilang lambat namun kita yakin bahwa keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia merupakan titik awal yang baik dalam melahirkan generasi emas dimasa yang akan datang. Generasi emas yang mampu menjadikan sebuah bangsa besar yang patut disegani oleh bangsa lain dimata dunia. Namun semuanya butuh proses. Semua elemen harus berkerja sama dengan baik. Masyarakat, orang tua harus mendukung program pendidikan yang diselenggarakan di sekolah, begitu juga sebaliknya. Karena jelas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa jalur pendidikan itu terbagi menjadi tiga yaitu pendidikan formal, non formal dan informal.

Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Adapun pendidikan non formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang diselenggarakan dilingkungan keluarga. Ketiga jalur tersebut harus saling mengisi, melengkapi dan saling memberikan nilai pendidikan yang luhur sebagai pondasi awal kehidupan anak yang lebih baik.

Jangan mengharapkan anak bisa baik akhlak dan prilakunya ketika orang tua hanya memberikan tanggungjawab dan melepas sepenuhnya kepada sekolah tanpa ada kesadaran dari orang tua tentang pentingnya pendidikan anak dalam keluarga. Begitu juga sebaliknya jangan menuntut banyak kepada sekolah ketika masyarakat tidak bisa menghadirkan lingkungan yang mendukung untuk anak belajar memahami hidup lewat pendidikan  yang ada  lingkungan masyarakat.

Ini penting dipahami mengingat saat ini fungsi keluarga seolah-olah mulai tergeserkan dari fungsi yang sesungguhnya. Orang tua sibuk bekerja namun melupakan tanggung jawabnya sebagi pendidik pertama bagi anak-anak mereka. Masyarakat seolah-olah mulai acuh tak acuh dengan pendidikan bagi anak yang dihadirkan dalam bentuk  lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai positif. Dimana semua itu menjadi bagian dalam pendidikan  bagi anak sebagai generasi emas bangsa.

1Jul2018

Pengertian & Karakteristik Anak Usia Dini. Ada beberapa pengertian atau definisi sehubungan dengan anak usia dini. Berikut ini akan kami sajikan sejumlah pengertian anak usia dini menurut para ahli dan karakteristiknya. Pengertian anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003) dan sejumlah ahli pendidikan anak memberikan batasan 0-8 tahun.

Anak usia dini didefinisikan pula sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur, 2005) .

Pada masa tersebut merupakan masa emas (golden age), karena anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat dan tidak tergantikan pada masa mendatang. Menurut banyak penelitian bidang neurologi ditemukan bahwa 50% kecerdasan anak terbentuk pada kurun waktu 4 tahun pertama. Setelah usia 8 tahun, perkembangan otaknya mencapai 80% dan pada usia 18 tahun mencapai 100% (Suyanto, 2005).

Mengacu pada Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14, upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak usia 0-6 tahun tersebut dilakukan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan anak usia dini jalur formal berbentuk taman kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini jalur nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), sedangkan PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan lingkungan seperti bina keluarga balita dan posyandu yang terintegrasi PAUD atau yang kita kenal dengan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Berbagai pendidikan untuk anak usia dini jalur non formal terbagi atas tiga kelompok yaitu kelompok Taman Penitipan Anak (TPA) usia 0-6 tahun); Kelompok Bermain (KB) usia 2-6 tahun; kelompok SPS usia 0-6 tahun (Harun, 2009).

Dari uraian pengertian anak usia dini menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Pemberian stimulasi tersebut melalui lingkungan keluarga, PAUD jalur non formal seperti tempat penitipan anak (TPA) atau kelompok bermain (KB) dan PAUD jalur formal seperti TK dan RA.

Karakteristik Anak Usia Dini

Kartini Kartono dalam Saring Marsudi (2006: 6) mendiskripsikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut :

1) Bersifat egoisantris naif 

Anak memandang dunia luar dari pandangannya sendiri, sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, dibatasi oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit. Maka anak belum mampu memahami arti sebenarnya dari suatu peristiwa dan belum mampu menempatkan diri ke dalam kehidupan orang lain.

2) Relasi sosial yang primitif 

Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egoisantris naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan anak yang belum dapat memisahkan antara dirinya dengan keadaan lingkungan sosialnya. Anak pada masa ini hanya memiliki minat terhadap benda-benda atau peristiwa yang sesuai dengan daya fantasinya. Anak mulai membangun dunianya dengan khayalan dan keinginannya sendiri.

3) Kesatuan jasmani dan rohani yang hampir tidak terpisahkan 

Anak belum dapat membedakan antara dunia lahiriah dan batiniah. Isi lahiriah dan batiniah masih merupakan kesatuan yang utuh. Penghayatan anak terhadap sesuatu dikeluarkan atau diekspresikan secara bebas, spontan dan jujur baik dalam mimik, tingkah laku maupun pura-pura, anak mengekspresikannya secara terbuka karena itu janganlah mengajari atau membiasakan anak untuk tidak jujur.

4) Sikap hidup yang disiognomis 

Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya, artinya secara langsung anak memberikan atribut atau sifat lahiriah atau sifat konkrit, nyata terhadap apa yang dihayatinya. Kondisi ini disebabkan karena pemahaman anak terhadap apa yang dihadapinya masih bersifat menyatu (totaliter) antara jasmani dan rohani. Anak belum dapat membedakan antara benda hidup dan benda mati. Segala sesuatu yang ada disekitarnya dianggap memiliki jiwa yang merupakan makhluk hidup yang memiliki jasmani dan rohani sekaligus, seperti dirinya sendiri.

Demikian pengertian anak usia dini menurut para ahli dan karakteristiknya. Memahami kedua aspek tersebut akan memudahkan kita dalam menentukan model atau strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat umurnya.

6Apr2018

Bagaimana mengasah panca indra anak yang baik untuk perkembangan otaknya? Ada banyak cara yang bisa Ibu lakukan untuk merangsang panca indra si kecil. Ibu bisa menghias kamarnya dengan berbagai gambar beraneka warna, serta berbagai pajangan yang menarik. Atau, berikan piring makan khusus yang menarik dan isi piring itu dengan makanan dari berbagai warna dan tekstur. Terkadang, sentuhan lembut dari Ibu saja sudah dapat menenangkan si batita yang kelelahan akibat aktif bergerak menjelajahi dunia sekitarnya.

Saat lahir, panca indra anak sebenarnya telah berfungsi. Namun, sejalan dengan waktu, indra bayi berkembang semakin kompleks dan terkoordinasi satu sama lain. Memperkenalkan si batita dengan berbagai macam hal dapat mendorong perkembangan otaknya. Perlihatkan dia pada berbagai warna, perdengarkan indahnya musik dan ajaklah berbicara, berikan juga pada mereka berbagai benda yang bisa mereka baui, rasakan, dan sentuh.

Ajak juga si kecil mengasah panca indra yang dimilikinya melalui permainan. Beberapa ide ini bisa Ibu coba untuk mengasah panca indra anak yang baik untuk perkembangan otaknya :

1. Sentuh dan Rasakan
Kumpulkan beberapa lembar kardus, potong agar sama ukurannya dan buat lubang di tengah, kemudian ikat jadi satu sehingga menjadi semacam buku. Pada setiap lembar kardus, tempelkan beberapa jenis benda dengan tekstur berbeda-beda, lalu beri label penjelasan. Misalnya, tempelkan kapas dan beri label “HALUS”,  tempelkan gel dan beri label “KENYAL”, atau tempelkan batu dan beri label “KERAS”. Benda apa pun bisa ditempelkan, sehingga anak mengenali macam-macam tekstur di sekitarnya.

2. Bermain di Taman
Taman adalah tempat paling tepat bagi si kecil untuk mengenali berbagai macam bentuk, warna, dan ukuran. Biarkan dia bereksplorasi dengan bebas, mulai dari bermain tanah, memegang batu, membaui bunga, hingga mengumpulkan daun-daun yang rontok. Bawalah kaca pembesar agar bisa membantunya mengamati lebih jelas apa yang ada di balik objek yang dilihatnya.

3. Tebak Benda
Permainan ini mengajak si kecil berpikir dan menerka benda di sekitarnya yang sedang Ibu pikirkan. Mulailah dengan kata “Ada satu benda…”, lalu lanjutkan dengan mendeskripsikan benda tersebut mulai dari bentuk, warna, ukuran, tekstur, dan baunya. Setelah menebak jawaban, perlihatkan benda tersebut dan amati bersama ciri-ciri benda tersebut sesuai dengan deskripsi Ibu sebelumnya.

Ternyata, banyak cara seru untuk mengasah panca indra anak ya, Bu.

16Mar2018

Baby Sensory Play : Menstimulasi Indra Pengecap. Selamat pagi ? Ini adalah dokumentasi kegiatan happy baby sensory play rabu kemarin. Tema nya adalah menstimulasi indra pengecap, peraba dan pengelihatan. Adik adik diajak bermain dengan es yang terbuat dari buah buahan. Waaah ternyata adik adik suka buah buahan loh. Ada buah yang asam dan yang manis.

Baby Sensory Play : Menstimulasi Indra Pengecap

Selain untuk membedakan rasa manis dan asam, dinginnya es dan tekstur es yang halus membuat pengalaman adik adik bertambah melalu indra perabanya. Setelah acara makan es selesai, adik adik mencuci tangan menggunakan wadah yg berisi air hangat. Ini cerita sensory play kali ini. Sampai ketemu di kegiatan selanjutnya ya. Oh iya kabar gembira lainnya untuk mommy yg tidak bisa ikut kegiatan sensory play di hari rabu, kami akan mengadakan kegiatannya di hari sabtu atau minggu juga loh mulai bulan april. Ikuti terus infonya yaa ?

Yuk ikutan!
Untuk yg mau ikutan boleh hub:
Kak Wulan : 081214660010 atau
Kak Gita : ‭0813 21350700‬
Hari : Rabu
Jam : 9 pagi sampai jam 10 pagi
Tempat : Jalan Candra Kirana no 1 singgasana Pradana, Cibaduyut Bandung.
Biaya : 75.000

#sensoryplaytime #sensoryplaybandung #bermainbersamaanak #sensoryplayuntukbaby #paud #anakusiadini #perkembangananak

9Mar2018

Selamat pagi. Ini adalah hasil dokumentasi kegiatan Happy Baby Sensory kemarin. Perdana kegiatan ini berlangsung seru banget lohh.

Happy Baby Sensory Play adalah program yang khusus dirancang oleh tim ahli psikologi perkembangan anak usia dini dalam bentuk sesi pertemuan yang berisi permainan stimulasi untuk melatih kepekaan indera pengelihatan, pendengaran, perasa, peraba, penciuman, pergerakan serta keseimbangan pada anak dibawah usia 2 tahun.

Secara reguler, Sesi Happy Baby Sensory Play diadakan setiap hari rabu jam 09.00 pagi sampai dengan jam 10.00 pagi. Setiap sesi terbatas hanya untuk 10 pasang Ibu dan bayi. Secara reguler sesi Happy Baby Sensory Play akan diadakan di Happyclub.id , Jl. Candra Kirana No 01 , Perumahan Singgasana Pradana, Mekarwangi, Cibaduyut Bandung. Kelas kami dirancang khusus dengan material yang aman dan atmosfir yang menyenangkan untuk tempat bermain bayi. Tak perlu khawatir, kami juga selalu menjaga kebersihan ruangan serta kehigienisan alat permainan sehingga Ibu dan Bayi dapat bermain dengan nyaman, bebas dan tenang.

Untuk tema kegiatan kita kemarin mengenai stimulasi indra peraba. Menggunakan media sesuatu yg kasar dan yang basah. Manfaatnya adik baby bisa memperoleh informasi mengenai sesuatu yg basah dan kering, merasakan kepekaan teksturnya ketika disentuh oleh kulit, terbiasa dengan sesuatu yang lembek atau basah, bersosialisasi dengan teman2 sebayanya, dan belajar apa itu berbagi. Adik2 baby juga memperoleh pengalaman bagaimana beradaptasi saat memasuki lingkungan yg baru dikenal. Minggu depan tema kegiatan kita apa yah? Terus ikuti kami yah ?

Bagaimana cara untuk mengikuti Happy Baby Sensory Play?
Karena terbatas, moms bisa segera mendaftar melalui DM Instagram kami, atau menghubungi:
Kak Wulan : 081214660010 . Untuk saat ini, sesi Happy Baby Sensory Play berlaku HARGA PROMO, yaitu Rp. 75.000 /pertemuan. Ayo Moms, jangan lewatkan kesempatan berharga ini, karena masa emas si kecil tak akan terulang kembali! ??

#babysensorybandung #babyclass #anakusiadini #perkembangananakbandung #perkembangananak #sensoryplay #happybaby #babyactivity #babyactivitybandung

3Mar2018

Halo Happy Mom, yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir juga! Program Happy Baby Sensory Play untuk Moms yang saat ini memiliki anak usia 2 tahun ke bawah, dan ingin mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil.. Nah disinilah tempatnya!

HAPPY BABY SENSORY PLAY

Apa itu Happy Baby Sensory Play?

Happy Baby Sensory Play adalah program yang khusus dirancang oleh tim ahli psikologi perkembangan anak usia dini dalam bentuk sesi pertemuan yang berisi permainan stimulasi untuk melatih kepekaan indera pengelihatan, pendengaran, perasa, peraba, penciuman, pergerakan serta keseimbangan pada anak dibawah usia 2 tahun.

Mengapa bayi perlu stimulasi melalui sensory play?

Perkembangan anak tidak hanya berdasarkan pada faktor genetik saja, tetapi stimlulus lingkungan juga berperan penting dalam memperkaya wawasan dan pengalaman sebagai ‘data’ yang akan disimpan dalam otak anak. Saat anak mendapatkan stimulus (rangsangan) yang ditangkap melalui indera, maka stimulus tersebut akan dikirimkan ke otak, kemudian diproses oleh sistem syaraf pusat dan mengaktifkan indera untuk memberikan respon terhadap rangsangan tersebut. Tugas kita sebagai orangtua adalah memfasilitasi perkembangan dengan memberikan beragam stimulus sehingga memperkaya ‘data’ pengalaman yang akan disimpan di dalam otak Anak.

Bagaimana Sensory Play diterapkan pada bayi?

Melalui bermain yang terarah, anak akan dikenalkan pada berbagai macam rangsangan misalnya:

  1. Indera Peraba, misalnya tekstur, mulai dari halus, kasar, keras, lembek, padat, cair, lengket dan lain sebagainya.
  2. Indera Pengelihatan, misalnya warna, bentuk, cahaya, bayangan, gelap, dan lain sebagainya.
  3. Indera Pendengaran, misalnya suara ibu, suara lonceng, suara alat musik dan berbagai bunyi-bunyian lainnya.
  4. Indera Penciuman, misalnya wangi buah buahan, wangi makanan, wangi bunga, dan berbagai bebauan lainnya.
  5. Indera Perasa, misalnya rasa makanan renyah, rasa makanan lembut, rasa makanan asam, rasa makanan asin, dan rasa makanan manis.
  6. Pergerakan atau keseimbangan, misalnya saat akan mengangkat gelas yang berisi air penuh maka ia akan mengeluarkan tenaga secukupnya agar air tidak tumpah dan mengurangi tenaganya apabila akan mengangkat gelas dalam keadaan kosong.

Melalui rangsangan tersebut, maka kita dapat melihat 3 macam respon atau reaksi pada anak, yaitu:

  1. Respon yang lambat
  2. Respon yang tepat dan tetap tenang
  3. Respon yang terlalu cepat dan tak terkendali.

Dalam hal ini, Sensory Play bertujuan untuk mengantarkan Anak pada tingkatan respon yang tepat, dimana anak dapat merespon dengan tetap tenang dan siap sesuai dengan kondisi optimal otak.

Apa saja manfaat mengikuti sesi Happy Baby Sensory Play?

Manfaat Sensory Play untuk perkembangan Anak Adalah:

  1. Melatih perkembangan otak
  2. Melatih regulasi diri
  3. Meningkatkan bonding
  4. Membantu perkembangan bahasa, motorik halus kasar, kognitif, sosial emosional, dan kreativitas.

Sensory Play akan memperkaya pengetahuan dan pengalaman Anak yang akan disimpan sebagai ‘data’ dalam otak, sehingga menunjang kesiapan belajar anak kelak. Dengan mengikuti sesi ini, Moms dapat belajar, bermain sambil memberikan stimulasi yang tepat untuk perkembangan optimal si kecil. Moms dapat mempraktikannya sendiri di rumah kemudian, agar si kecil semakin terlatih dan peka terhadap rangsangan lingkungan sekitar.

Kemudian, dengan bertemu bersama Moms lainnya, juga tenaga psikologi kami, moms dapat berdiskusi, bertukar pikiran serta memperluas wawasan mengenai tumbuh kembang anak.
Kapan dan dimana Sesi Happy Baby Sensory Play diadakan?

Secara reguler, Sesi Happy Baby Sensory Play diadakan setiap hari rabu jam 09.00 pagi sampai dengan jam 10.00 pagi. Setiap sesi terbatas hanya untuk 10 pasang Ibu dan bayi. Secara reguler sesi Happy Baby Sensory Play akan diadakan di Happyclub.id , Jl. Candra Kirana No 01 , Perumahan Singgasana Pradana, Mekarwangi, Cibaduyut Bandung. Kelas kami dirancang khusus dengan material yang aman dan atmosfir yang menyenangkan untuk tempat bermain bayi. Tak perlu khawatir, kami juga selalu menjaga kebersihan ruangan serta kehigienisan alat permainan sehingga Ibu dan Bayi dapat bermain dengan nyaman, bebas dan tenang.

Agar tidak bosan, sesi Happy Baby Sensory Play juga kadang diadakan di tempat-tempat lain yang memungkinkan, seperti baby playground, baby swimming pool, atau bahkan di cafe, diselingi dengan seminar seputar tumbuh kembang anak usia dini.

Bagaimana cara untuk mengikuti Happy Baby Sesnsory Play?
Karena terbatas, moms bisa segera mendaftar melalui DM Instagram kami, atau menghubungi:
Kak Wulan : 081214660010 . Untuk saat ini, sesi Happy Baby Sensory Play berlaku HARGA PROMO, yaitu Rp. 75.000 /pertemuan. Ayo Moms, jangan lewatkan kesempatan berharga ini, karena masa emas si kecil tak akan terulang kembali! ??

8Jan2018

Kelompok bermain di Bandung HappyClub, hadir sebagai sahabat para orangtua dan mitra sekolah formal dalam mengembangkan karakter serta kecerdasan majemuk anak melalui aktifitas bermain. HappyClub sendiri merupakan sebuah pusat pengembangan anak dengan fokus utamanya dalam mengembangkan karakter dan kecerdasan majemuk untuk anak usia dini.

“The most effective kind of education is that a child should play amongst lovely things.” Plato

Di HappyClub, kami percaya ketika anak bermain,sesungguhnya anak sedang mempelajari bagaimana caranya belajar. Ketika anak sedang bermain, sebenarnya mereka sedang belajar tentang dirinya, belajar tentang lingkungan sekitarnya dan belajar tentang isi dunia. HappyClub percaya dengan bermain adalah waktunya anak untuk mengembangkan dirinya.

Happytribe, Kelompok Bermain Di HappyClub

Di HappyClub, Anda bisa menemukan Happyfinger di mana Anda bisa melakukan tes analisis sidik jari pada anak. Tes analisis sidik jari ini berguna untuk mengetahui apa yang menjadi potensi anak, mengetahui karakter serta gaya belajar anak. Ketika Anda sudah mengetahui apa yang menjadi potensi anak serta bagaimana gaya belajarnya maka bisa membimbingnya dengan tepat.

Lalu ada juga Happytribe sebuah kelompok bermain yang ditujukan untuk anak usia 2-6 tahun. Happytribe menjadi ruang bermain dan berkembang, tidak hanya bagi anak tetapi juga orangtuanya. Happytribe fokus pada pembentukan karakter serta pengembangan kecerdasan majemuk anak.

Di Happytribe khusus untuk kelompok anak usia 2-3 tahun, tidak hanya melibatkan anak saja loh untuk bermain. Tetapi juga melibatkan orangtua dalam aktifitas bermain bersama. Dan tentu saja dalam bimbingan faslitator berpengalaman serta didampingi ahli psikologi perkembangan dan pendidikan anak usia dini.

Happytribe menjadi sarana dalam mengasah kecerdasan anak melalui bermain sehingga tidak akan memberikan tekanan bahkan membuat anak stres karena harus menguasai hal-hal tertentu.

Bagaimana Cara Mendaftarkan Anak Di Kelompok Bermain HappyClub?

Happyclub akan mengadakan acara “Scavenger Hunt” di D’Fun Station Singgasana Pradana, Mekarwangi Bandung. Acara ini gratis namun bagi yang ingin mengikuti harus mendapatkan undangannya terlebih dahulu. Anda bisa mendapatkan undangannya dengan cara:

  1. Follow instagram @happyclub.id
  2. Like FB page @happyclub.id
  3. Memiliki anak usia 2-6 tahun
  4. kemudian DM no. WA +62 225436208 / +62 8122 003 8376 / +62 8139 438 0935

 

Bagi Anda yang memiliki segudang pertanyaan seputar pendidikan anak usia dini, maka inilah kesempatan untuk berkonsultasi dengan pakarnya. Yuk bergabung bersama HappyClub untuk membimbing dan mengembangkan karakter dan potensi anak. Jika Anda ingin bertanya seputar tes analisis sidik jari ataupun kelompok bermain di HappyClub bisa langsung menghubungi di 081394380935 (call/WA).

Bagi Anda yang sedang mencari kelompok bermain di Bandung, HappyClub bisa jadi pilihannya.

8Jan2018

Pengembangan anak usia dini di masa inilah sangat penting untuk mengajarkan anak berbagai hal positif. Tidak hanya berhubungan dengan fisik, mental, emosinya, tetapi juga sosialnya. Salah satu yang bisa Anda ajarkan pada anak usia dini adalah berempati.

Empati merupakan sebuah rasa yang penting dipelajari semua orang, khususnya dikenalkan pada anak-anak. Dengan empati ini diharapkan anak akan tumbuh menjadi generasi yang tidak mati rasa. Terlebih sekarang ini banyak sekali kejadian yang menunjukkan hilangnya rasa empati pada orang-orang dewasa hingga dicontoh oleh anak-anak.

Anda tentu tidak ingin memiliki anak yang tumbuh tanpa kecerdasan emosional bukan? Atau juga anak yang tumbuh menjadi anak egois, tidak mau tau dengan lingkungan sekitar, bahkan tidak peka dengan perasaan orang lain disekitarnya?

Nah berikut ini beberapa cara untuk mengajarkan anak berempati sedari dini:

Orangtua Sebagai Pemberi Contoh

Orangtua memang menjadi guru pertama bagi anaknya. Dan bisa dibayangkan apa yang terjadi jika Anda sebagai orangtua malah bersikap acuh tak acuh ketika ada pengemis yang menghampiri. Lalu tidak memperdulikan kesulitan orang lain, bahkan suka menyiksa binatang.

Anak akan belajar empati dari orangtuanya. Dan jika Anda mengaharapkan anak untuk memiliki empati maka mulailah memberikan contoh yang baik untuk anak.

Bantu Anak Kenali Emosinya Terlebih Dahulu

Sebelum mengajarkan anak untuk berempati atau mengindentifikasi perasaan orang lain. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membantu anak mengenali emosinya sendiri. Penting bagi Anda untuk bertanya bagaimana perasaan anak, misalnya saat ia senang, sedih atau marah.

Membantu anak mengenali perasaanya sendiri ini bisa menjadikan pembelajaran bagi anak untuk mengelola emosinya. Selanjutnya anak pun bisa menyesuaikan antara emosi yang disampaikan dengan situasi yang sedang berlangsung.

Salah satu cara untuk membantu anak mengenali perasaannya adalah dengan menunjukkan beberapa foto orang dengan ekspresi berbeda. Bisa juga dengan mengajak anak balita untuk menggambar beberapa ekspresi wajah.

Memiliki Hewan Peliharaan

Sebuah penelitian di Inggris menunjukan jika anak yang memelihara binatang mampu memiliki kemampuan sosial lebih baik. Memelihara binatang ini mampu mengembangkan sisi empati dan kemampuan anak dalam mengasuh. Selain itu, dengan memelihara binatang pun anak diajarkan untuk bertanggungjawab sedari dini.

Libatkan Anak dalam Kegiatan Sosial Yuk

Ajak untuk berkunjung ke kegiatan sosial seperti ke panti asuhan. Biarkan anak mengenal dan melihat kehidupan anak-anak yang kurang beruntung lalu bagaimana dan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka. Melibatkan anak dalam kegiatan sosial akan membuat mereka lebih peka dengan perasaan orang lain.

Tugas yang tidak mudah memang bagi orangtua untuk membesarkan anak agar bisa menjadi generasi yang bermanfaat bagi sekitarnya. Namun dengan memberikan contoh yang baik dan menempatkannya ke dalam lingkungan positif, tugas ini bisa dibuat lebih mudah.

Salah satu cara untuk mengembangkan rasa empati anak pun bisa dengan memasukkannya ke kelompok bermain atau PAUD saat umurnya sudah mencukupi. Di sini anak akan bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak lainnya sehingga bisa mengetahui dan mengenali emosi anak-anak lainnya.

Bagi Anda yang  berdomisili di Bandung dan masih bingung mencari kelompok bermain, maka bisa langsung mengjungi Happy Club. Di Happy Club percaya, saat anak bermain maka dia akan belajar tentang dirinya, belajar tentang lingkungan sekitarnya, dan belajar tentang isi dunia. Bermain juga menjadi waktu untuk mengembangkan dirinya loh.

Happy Club sendiri akan dibuka secara resmi pada 23 Juli 2017 dan anak Anda bisa mendapatkan free trial dalam kelompok bermain di Happy Club. Pastikan pengembangan anak usia dini Anda lebih maksimal dan berjalan dengan baik bersama Happy Club yuk.

 

Sumber gambar:

1: earthporm.com
2: cloudfront.net
3: wp.com
4: http://newmoon.com
5: nebraskacff.files.wordpress.com

2Jan2018

Pengembangan anak usia dini salah satunya terdiri dari aspek fisik. Anak usia dini atau anak berusia antara 0-8 tahun memang harus mendapatkan bimbingan agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Terlebih anak usia dini ini sedang mengalami masa golden age atau masa emas, di mana mereka akan menyerap semua hal untuk mengembangkan tidak hanya fisik tetapi juga mentalnya.

Nah salah satu yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua untuk mendukung momen masa emasnya ini adalah membantu pertumbuhan fisiknya. Salah satu caranya dengan mengajaknya berolahraga. Namun tentu saja olahraga yang dilakukan anak usia dini ini berbeda dengan orang dewasa. Mau tau jenis olahraga apa saja yang cocok dilakukan oleh anak usia dini? Berikut ini daftarnya:

Berjalan dan Berlari

Olahraga ini sangat mudah dilakukan dan sangat sederhana. Anda bisa melakukannya kapan dan di mana saja. Mulai dari berjalan-jalan di taman pada pagi hari, sampai berjalan-jalan di Mall menemani orangtuanya.

Children running

Bergelantungan

Olahraga ini membutuhkan alat bantuan agar anak bisa bergelantungan. Jenis olahraga ini mampu melatih otot tangan dan genggaman anak juga melatih tubuh bagian belakangnya. Namun pastikan Anda mengawasi anak saat melakukan olahraga ini karena bisa berbahaya saat anak terjatuh dari pegangannya.

Melompat

Anak mana sih yang tidak suka melompat-lompat, apalagi melompat di kasur! Ternyata melompat bisa menjadi alternatif pilihan jenis olahraga yang baik untuk menunjang fisik anak loh. Dengan melompat, maka anak akan melatih kekuatan otot bagian kaki. Namun pastikan anak melompat di tempat yang aman ya.

Menendang, Menangkap, dan Melempar Bola

Anda bisa mengajarkan anak untuk menendang dan melempar bola ke suatu titik tertentu. Kegiatan olagraga ini mampu melatih ketangkasan dan keakuratan anak. Selain itu, anak pun bisa dilatih untuk berpikir cepat dan tanggap.

Bersepeda

Berikan sepeda yang sesuai dengan usianya. Melalui bersepeda anak bisa belajar melatih otot kaki dan kecermatannya dalam mengukur sesuatu. Anak-anak juga akan dilatih dalam hal kewaspadaannya.

Berenang

Anak pasti suka main air! Dan Anda bisa mengajaknya berenang di mana dia bisa bermain air sambil belajar. Berenang mampu melatih pernapasan dan otot tubuhnya. Selain itu, berenang juga bisa menyembuhkan anak dengan penyakit asma loh.

Senam untuk Anak

Selain melatih kelenturan tubuhnya. Senam juga bisa bisa melatih keseimbangannya sehingga anak memiliki tubuh yang kokoh dan kuat.

Menari

Hampir semua anak menyukai menari. Dan jika anak berani menari di depan umum bisa menandakan rasa percaya dirinya baik loh. Melalui menari, anak juga bisa melatih kelenturan tubuh serta keseimbangan tubuhnya. Mulai sekarang tidak ada salahnya bukan untuk menyetel musik di rumah dan mengajak anak menari bersama.

Children playing in the park

Kegiatan olahraga untuk anak pun bisa Anda temukan saat memasukkan mereka ke sebuah kelompok bermain loh. Di kelompok bermain ini, anak tidak hanya akan dikenalkan dengan alam dan lingkungan, tetapi juga diajak beraktivitas yang bisa membantu pertumbuhan fisiknya.

Salah satu kelompok bermain yang bisa Anda pilih, khususnya yang berdomisili di Bandung adalah Happy Club. Happy Club merupakan pusat pengembangan anak dengan fokus utama pada pengembangan karakter dan kecerdasan majemuk untuk anak usia dini.

Adapun pendidikan karakter yang diterapkan oleh Happy Club adalah olah hati, olah rasa, dan olahraga. Sedangkan untuk pengembangan kecerdasan majemuknya, meliputi ; kecerdasan bahasa, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan gerak tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan spiritual.

Happy Club akan resmi di buka pada 23 Juli 2017, di mana Anda bisa mendapatkan free trial untuk kelompok bermainnya loh. Untuk info lebih lanjut dan konsultasi seputar pengembangan anak usia dini, Anda bisa mengunjungi www.happyclub.id.

Sumber gambar:

1: http://myhealthoc.org
2: alicdn.com
3: http://restoreclinique.ie
4: timeout.com
5: cdn.com
6: http://cf.ltkcdn.net
7: jumpforjoycda.com

17Dec2017

Pengembangan anak usia dini yang bisa dikatakan tahapan paling penting adalah, apakah anak sudah bisa berbicara atau belum? Apakah kosa kata yang dimilikinya sudah banyak sesuai dengan usianya atau belum? Perkembangan bahasa dan bicara anak ini menjadi indikator apakah tumbuh kembang anak berjalan baik atau tidak.

Umumnya anak usia dua tahun sudah bisa berbicara dengan jelas walaupun kosa katanya masih sedikit dan sering tertukar. Dan ketika anak usia tiga tahun masih belum bisa bicara dengan jelas, maka dicurigai mengalami masalah keterlambatan bicara.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajari anak usia dua tahun untuk berbicara:

Ajari Mereka Kata Baru Setiap harinya
Mengajarkan kata-kata baru setiap harinya terlihat mudah memang. Namun Anda harus memilih kata apa saja yang harus diperkenalkan pada anak setiap harinya loh.

Cara mengajarkan kata-kata baru ini pun cukup mudah. Anda cukup menunjuk suatu objek dan mengatakan benda apa itu lalu ceritakan sedikit mengenai benda tersebut. Lalu mintalah anak untuk mengulangi benda apa yang baru saja Anda perkenalkan.

Membacakan Buku pada Mereka Yuk
Tidak hanya pada anak usia dua tahun, membacakan buku saat masih bayi pun bisa membantu mengembangkan kemampuan berbahasanya loh. Membacakan buku membantu mengembangkan otaknya dan keahlian berbicara serta berkomunikasi. Selain itu, dengan membacakan buku juga bisa menjalin hubungan lebih dekat dengan orangtuanya.

Jangan Biarkan Anak Bicara dengan Nada Merengek
Anak bicara dengan nada merengek? Jangan sampai Anda membiarkannya dan menjadi kebiasaan. Katakan pada anak untuk berbicara dan mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya dengan nada normal. Membiasakan anak berbicara dengan nada normal ini membantu mereka agar bisa berkomunikasi lebih baik lagi dengan orang lain.

Jadilah Contoh yang Baik untuk Anak

Anak akan mencontoh apa yang orangtua lakukan. Walaupun anak mendapatkan pelajaran yang baik di lingkungannya, namun jika orangtua melakukan hal yang tidak benar maka akan dicontohnya. Untuk itu jagalah perkataan Anda, dan bicaranya seperti Anda ingin anak berbicara serta berkomunikasi dalam kehidupan kesehariannya.

Mengajarkan anak untuk berbicara juga bisa dilakukan dengan memasukkan mereka ke sebuah kelompok bermain. Di sini mereka akan menemukan kata-kata baru, saling berinteraksi, dan tentu saja berkomunikasi sehingga mengembangkan tidak hanya kemampuan berbahasa tetapi juga keahlian bersosialisasinya.

Umur berapa sebenarnya bisa memasukkan anak ke kelompok bermain? Anak usia dua tahun sudah bisa dimasukkan ke kelompok bermain. Asalkan kelompok bermainnya benar-benar berkualitas, mulai dari lingkungan sekolahnya, cara mengajar, hingga pengajarnya.

Melalui kelompok bermain ini anak bisa belajar mengenal alam dan lingkungannya. Kreatifitas anak pun bisa dikembangkan dengan bimbingan dari pengajarnya. Salah satu kelompok bermain yang bisa menjadi pilihan Anda, khususnya yang tinggal di Bandung adalah Happy Club.

Happy Club sendiri merupakan pusat pengembangan anak dengan fokus utama pada pengembangan karakter dan kecerdasan majemuk untuk anak-anak usia dini. Happy Club mengembangkan karakter dan kecerdasan majemuk anak ini melalui aktifitas bermain sehingga belajar bisa lebih menyenangkan.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan karakter dan kecerdasan anak bersama Happy Club maka ada kabar baiknya nih. Happy Club yang akan dibuka secara resmi pada 23 Juli 2017 ini mengadakan free trial loh. Memberikan kesempatan bagi Anda untuk melihat apakah anak cocok dengan kelompok bermain Happy Club atau tidak.
Pengembangan anak usia dini sangatlah penting untuk itu jangan sampai Anda menyia-nyiakan momen golden age mereka ya. Dan Happy Club hadir untuk membantu Anda mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin dengan cara yang menyenangkan. Info lebih lanjut bisa langsung kunjungi happyclub.id.

Sumber gambar:
1: parentmap.com
2: mrssrs.com
3: pinimg.com
4: growingyourbaby.com
5: einsteinbox.in