Category "Parenting"

2Jul2018

Generasi Emas Itu Berawal dari Pendidikan Anak Usia Dini. Petuah lama mengatakan bahwa “jika ingin merengkuh bambu maka rengkuhlah dari rebungnya”. Kata-kata ini tepat sekali bahwa ketika kita menginginkan seorang anak atau generasi yang baik kedepannya maka perhatikanlah pendidikan anak di usia dini. Anak usia dini sering disebut juga golden age atau generasi emas.

Secara definisi Pendidikan Anak Usia Dini dapat dipahami sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003).

Dimana pada generasi inilah seharusnya nilai-nilai luhur tentang kehidupan harus ditanamkan. Sebagaimana Friedrich Wilhem August Frobel sang pendiri Kindergarten atau dikenal sebagai Probel School mengatakan bahwa “Anak usia dini diibaratkan seperti tunas tumbuh-tumbuhan, masih memerlukan pemeliharaan dan perhatian sepenuhnya dari si “Juru Tanam”. Probel School merupakan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini pertama di Dunia yang berdiri di Kota Blankerburg, Jerman.

Berdasarkan penjelasan di atas maka tidak heran saat ini pertumbuhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangatlah signifikan. Dimana-dimana sekarang kita lihat bermunculan lembaga PAUD baik yang dilenggarakan oleh pemerintah maupun di bawah yayasan. Ini menunjukkan keseriuasan para pemerhati pendidikan tentang pentingnya pendidikan anak di usia dini.

Adapun secara historis di Indonesia Pendidikan Anak Usia Dini atau sering disingkat PAUD itu sendiri berawal pada masa penjajahan Belanda. Seiring perjalanan waktu keberadaan PAUD mulai diakui oleh pemerintah pada tahun 1950 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 4 tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah. Dimana di dalamnya tertuang bahwa PAUD yang pada saat itu masih diberi nama Taman Kanak-Kanak (TK) termasuk dalam Sistem Pendidikan Nasional. Pada tahun itu jugalah berdiri sebuah organisasi yang disebut Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) tepatnya pada tanggal 22 Mei 1950 (Buku Kerangka Besar Pengembangan PAUD Indonesia Periode 2011-2025, Dirjen PAUDNI, Non Formal dan Informal, Kemendiknas Tahun 2011).

Berawal dari sanalah lembaga PAUD atau TK mulai dirintis sampai ke pelosok Negeri. Saat ini (2017) kita bisa melihat keberadaan PAUD atau TK menjadi perhatian yang luar biasa dari pemerintah dan orang tua yang ditandai dengan semakin besarnya animo masyakat untuk menyekolahkan anaknya masing-masing dan perhatian pemerintah baik dari sisi materil maupun non materil mulai meningkat meskipun terbilang lambat jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Meskipun terbilang lambat namun kita yakin bahwa keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia merupakan titik awal yang baik dalam melahirkan generasi emas dimasa yang akan datang. Generasi emas yang mampu menjadikan sebuah bangsa besar yang patut disegani oleh bangsa lain dimata dunia. Namun semuanya butuh proses. Semua elemen harus berkerja sama dengan baik. Masyarakat, orang tua harus mendukung program pendidikan yang diselenggarakan di sekolah, begitu juga sebaliknya. Karena jelas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa jalur pendidikan itu terbagi menjadi tiga yaitu pendidikan formal, non formal dan informal.

Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Adapun pendidikan non formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang diselenggarakan dilingkungan keluarga. Ketiga jalur tersebut harus saling mengisi, melengkapi dan saling memberikan nilai pendidikan yang luhur sebagai pondasi awal kehidupan anak yang lebih baik.

Jangan mengharapkan anak bisa baik akhlak dan prilakunya ketika orang tua hanya memberikan tanggungjawab dan melepas sepenuhnya kepada sekolah tanpa ada kesadaran dari orang tua tentang pentingnya pendidikan anak dalam keluarga. Begitu juga sebaliknya jangan menuntut banyak kepada sekolah ketika masyarakat tidak bisa menghadirkan lingkungan yang mendukung untuk anak belajar memahami hidup lewat pendidikan  yang ada  lingkungan masyarakat.

Ini penting dipahami mengingat saat ini fungsi keluarga seolah-olah mulai tergeserkan dari fungsi yang sesungguhnya. Orang tua sibuk bekerja namun melupakan tanggung jawabnya sebagi pendidik pertama bagi anak-anak mereka. Masyarakat seolah-olah mulai acuh tak acuh dengan pendidikan bagi anak yang dihadirkan dalam bentuk  lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai positif. Dimana semua itu menjadi bagian dalam pendidikan  bagi anak sebagai generasi emas bangsa.

1Jul2018

Pengertian & Karakteristik Anak Usia Dini. Ada beberapa pengertian atau definisi sehubungan dengan anak usia dini. Berikut ini akan kami sajikan sejumlah pengertian anak usia dini menurut para ahli dan karakteristiknya. Pengertian anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003) dan sejumlah ahli pendidikan anak memberikan batasan 0-8 tahun.

Anak usia dini didefinisikan pula sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur, 2005) .

Pada masa tersebut merupakan masa emas (golden age), karena anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat dan tidak tergantikan pada masa mendatang. Menurut banyak penelitian bidang neurologi ditemukan bahwa 50% kecerdasan anak terbentuk pada kurun waktu 4 tahun pertama. Setelah usia 8 tahun, perkembangan otaknya mencapai 80% dan pada usia 18 tahun mencapai 100% (Suyanto, 2005).

Mengacu pada Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14, upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak usia 0-6 tahun tersebut dilakukan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan anak usia dini jalur formal berbentuk taman kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini jalur nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), sedangkan PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan lingkungan seperti bina keluarga balita dan posyandu yang terintegrasi PAUD atau yang kita kenal dengan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Berbagai pendidikan untuk anak usia dini jalur non formal terbagi atas tiga kelompok yaitu kelompok Taman Penitipan Anak (TPA) usia 0-6 tahun); Kelompok Bermain (KB) usia 2-6 tahun; kelompok SPS usia 0-6 tahun (Harun, 2009).

Dari uraian pengertian anak usia dini menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Pemberian stimulasi tersebut melalui lingkungan keluarga, PAUD jalur non formal seperti tempat penitipan anak (TPA) atau kelompok bermain (KB) dan PAUD jalur formal seperti TK dan RA.

Karakteristik Anak Usia Dini

Kartini Kartono dalam Saring Marsudi (2006: 6) mendiskripsikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut :

1) Bersifat egoisantris naif 

Anak memandang dunia luar dari pandangannya sendiri, sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, dibatasi oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit. Maka anak belum mampu memahami arti sebenarnya dari suatu peristiwa dan belum mampu menempatkan diri ke dalam kehidupan orang lain.

2) Relasi sosial yang primitif 

Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egoisantris naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan anak yang belum dapat memisahkan antara dirinya dengan keadaan lingkungan sosialnya. Anak pada masa ini hanya memiliki minat terhadap benda-benda atau peristiwa yang sesuai dengan daya fantasinya. Anak mulai membangun dunianya dengan khayalan dan keinginannya sendiri.

3) Kesatuan jasmani dan rohani yang hampir tidak terpisahkan 

Anak belum dapat membedakan antara dunia lahiriah dan batiniah. Isi lahiriah dan batiniah masih merupakan kesatuan yang utuh. Penghayatan anak terhadap sesuatu dikeluarkan atau diekspresikan secara bebas, spontan dan jujur baik dalam mimik, tingkah laku maupun pura-pura, anak mengekspresikannya secara terbuka karena itu janganlah mengajari atau membiasakan anak untuk tidak jujur.

4) Sikap hidup yang disiognomis 

Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya, artinya secara langsung anak memberikan atribut atau sifat lahiriah atau sifat konkrit, nyata terhadap apa yang dihayatinya. Kondisi ini disebabkan karena pemahaman anak terhadap apa yang dihadapinya masih bersifat menyatu (totaliter) antara jasmani dan rohani. Anak belum dapat membedakan antara benda hidup dan benda mati. Segala sesuatu yang ada disekitarnya dianggap memiliki jiwa yang merupakan makhluk hidup yang memiliki jasmani dan rohani sekaligus, seperti dirinya sendiri.

Demikian pengertian anak usia dini menurut para ahli dan karakteristiknya. Memahami kedua aspek tersebut akan memudahkan kita dalam menentukan model atau strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat umurnya.

30Apr2018

Pada event kali ini, @happyclub.id mengajak para keluarga hebat untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga masing-masing dengan berkemah. Selain berkemah, kita juga melakukan berbagai kegiatan keluarga seperti family fun games.

Berikut adalah beberapa potret kebahagiaan keluarga hebat yang kami abadikan saat bermain bersama di hari pertama?. Dengan permainan ini, keluarga dapat semakin merekatkan bonding antar anggora keluarga, membangun kekompakan dan menambah keceriaan keluarga ?. Setelah bermain, adik-adik mendapatkan hadiah loh, yaitu topi kupluk untuk menjaga telinga adik-adik agar tetap hangat saat malam tiba ?.

Ini adalah video kompilasi dari berbagai permainan keluarga yang dimainkan di Happy Family Camp ?.

Berikut adalah beberapa potret kebahagiaan keluarga hebat yang kami abadikan saat bermain bersama di hari kedua?. Pada permainan pertama, anak menyuapi mama/papa masing-masing dengan biskuit yang dilumuri susu coklat dengan cara memeluk mama/papa yang sedang menutup mata. Lucu sekali melihat anak-anak yang menyuapi mama/papanya sampai belepotan ?. Setelah itu giliran para papa yang bermain dengan anak-anak, yaitu bermain balon air dengan cara berpelukan dengan papa yang matanya ditutup sampai balonnya pecah. Anak-anak senang sekali ketika balonnya pecah dan membasahi tubuh mereka ?.

Malam telah tiba?, setelah menonton film bersama keluarga di area panggung, sekarang waktunya kita bakar-bakaran. Para Ayah semangat sekali membakar jagung, sosis, baso, otak-otak dan crabstick untuk keluarga mereka. Lalu Kak Cori dan Kak Sakti membuat coklat panas untuk menemani keluarga berbincang di sekeliling api unggun ?.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian pada event Happy Family Camp ??. Sampai jumpa di event kami lainnya ??.

Malam hari, kita mengajak anak-anak untuk bermain kembang api. Waaah anak-anak sangat senang bermain kembang api?. Berikut beberapa momen yang sempat diambil saat malam hari ?, para keluarga berbincang hangat sambil mengelilingi api unggun ?.
Terima Kasih keluarga hebat, sampai bertemu lagi di event @happyclub.id lainnya ????.

#happyclub #happyfamily #family #familycamp #kemahkeluarga #kegiatananak #kegiatankeluarga #kidsactivities #familygoals #familytime #familyactivity #weekendvibes #saturdaywellspent #keluargahebat #kegiatananakbandung #rumahbermain #anakcerdik #anakceria #bermainkeluarga #kamerabunda

21Apr2018

Pada baby sensory play kali ini, Happy Baby diajak bermain dengan ice cube dengan tekstur pompom di dalamnya. Kegiatan ini membuat happy baby mengenal sensasi dingin, basah dan licin pada es, kemudian mengenal tekstur kasar dari pompom dan melihat perbedaan warna-warna pada pompom yang ada di dalam es.

Kegiatan kedua pada baby sensory play kali ini, happy baby diajak bermain dengan eggjelly. Agar-agar lembut dan kenyal yang berbentuk bulat seperti telur puyuh. Happy baby mengenal tekstur kenyal dan lengket saat memegang eggjelly. Setelah itu happy baby diminta memindahkan eggjelly pada wadah yang kebih kecil dengan tangannya, lalu diminta memindahkan dengan menggukanan sendok plastik.

Senang sekali melihat adik arsya mau memegang dan bermain dengan jellynya serta meindah-mindahkannya pada waktu yang cukup lama, padahal sebelumnya adik arsya terlihat geli saat merasakan tekstur kenyal eggjelly.

Kegiatan terakhir pada baby sensory play kali ini, Happy Baby diajak berdiri dan menari mengijuti irama lagu baby shark. Adik Arsya yang awalnya belum berani berdiri dan berjalan sendiri mulai mau ikut berdiri dan berjalan dari Ibu ke arah Kak Gita. Horeee ??????.

Terima kasih mom karena telah mengajak adik arsya dan kakak sisil bermain bersama @happyclub.id, sampai bertemu di kegiatan selanjutnya ya ??

19Apr2018

☀️Selamat Siang Happy Mom ?. Happy Baby Sensory Play akan dilaksanakan kembali minggu ini!. Pada kegiatan Sensory Baby kali ini, kita akan memberikan stimulus yang merangsang Indra Perabaan, Pengelihatan, Pendengaran sekaligus merangsang Vestibular anak atau yang lebih dikenal sebagai keseimbangan.

Melalui permainan kali ini Happy baby akan bermain dengan menggunakan eggjelly, mereka dan merasakan tekstur jelly, menyentuh sambil memainkannya. Setelah itu kita akan bermain dengan icecube yang didalamnya kami berikan pompom warna-warni dengan tekstur yang berbeda. Anak-anak juga dapat mengenal warna-warna dari pompom tsb. Setelah itu kita akan mengajak Happy baby untuk memainkan berbagai jenis musik sambil menari ☺️☺️.

Masih banyak lagi loh mom manfaat kegiatan sensory play ini. Kakak-kakak psikologi happyclub juga akan menjelaskan manfaatnya lebih lanjut seiring berjalannya kegiatan. Happy moms dapat bertanya pada kakak-kakak selama kegiatan ?.


Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari : Sabtu, 21 April 2018 (Jam 8.30 pagi)
Durasi : 60 menit
Tempat : Jalan Candra Kirana no 1 singgasana Pradana, Cibaduyut Bandung.
Biaya : 75.000;
Untuk bayi 6bulan ke atas?
Untuk pendaftaran, Happy Moms bisa menghubungi:
Kak Wulan : 081214660010 atau
Kak Gita : ‭0813 21350700‬

Segera daftar ya mom karena kuota terbatas. Sampai bertemu ?
#babysensory #babysensoryplay #sensoryplaybandung #kegiatanakbandung #paud #anakusiadini #perkembangananak #kegiatanbabybandung

13Apr2018

Ini adalah dokumentasi kegiatan Baby Sensory Play : Bermain Dengan Cat Warna-Warni hari Sabtu kemarin. Happy Baby sesi pagi terlihat sangat antusias bermain dengan cat warna-warni dan dengan bangga menunjukkan hasil karya mereka lho, lucu-lucu ya hasil gradasi cat buatan tangan mereka ?

Setelah para happy babbies selesai melakukan kegiatan, para happy mommies juga tidak lupa untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Tetapi setelah itu, happy baby tidak langsung pulang, mereka bisa bermain di ruangan dengan beragam permainan yang tersedia ?

Kegiatan baby sensory sesi siang juga tidak kalah seru moms, para happy baby bersemangat bermain menari di atas bubblewrap. Eh mereka ternyata sadar kamera loh, lihat gaya mereka di depan camera. Lucu kann ?

#Happyclub #HappyBaby #Babysensory #Sensoryplay #kegiatananakbandung #bayibandung #bayilucu #kamerabunda #eventbandung

9Apr2018

Untuk menstimulasi indra penciuman anak, perkenalkan beragam bau, mulai dari parfum mama, deodoran papa, bau makanan yang dimasak di dapur, bahkan juga bau tak sedap yang keluar ketika ia pup.

Sejak lahir, bayi sudah memiliki indra penciuman yang kuat, bukan hanya untuk merasakan, tapi juga mengenali keluarga dan lingkungan sekitarnya. Menginjak usia 3 tahun, ia mulai bisa membedakan aroma yang enak dan tidak enak. Kemampuan itu terus berkembang sampai usia 6 atau 7 tahun, dan mencapai puncaknya di usia 8 tahun.

Ketika mendampingi anak, sering kali kita hanya sibuk mengembangkan dan mengasah kemampuan dua dari panca indra anak, yaitu penglihatan dan pendengaran, melalui baca tulis, serta berbicara dan mendengar. Padahal, dengan mengasah indera penciuman, kemampuan anak pasti akan meningkat dan tumbuh kembangnya pun menjadi lebih baik.

Bayi, balita dan anak-anak memang memiliki kepekaan indra yang lebih kuat ketimbang orang dewasa. “Referensi suatu aroma dalam memori anak memang berbeda dengan orang dewasa”, ujar Rina Poerwadi, seorang Pakar Aromaterapi dari Holistic Aromatherapy Center, Jakarta.  Jadi, tak heran jika anak suka membaui benda-benda di sekitarnya, karena itu salah satu cara ia memahami lingkungannya.

Nah, untuk menstimulasi indra penciuman anak, perkenalkan beragam bau, mulai dari parfum mama, deodoran papa, bau makanan yang dimasak di dapur, bahkan juga bau tak sedap yang keluar ketika ia pup.

6Apr2018

Bagaimana mengasah panca indra anak yang baik untuk perkembangan otaknya? Ada banyak cara yang bisa Ibu lakukan untuk merangsang panca indra si kecil. Ibu bisa menghias kamarnya dengan berbagai gambar beraneka warna, serta berbagai pajangan yang menarik. Atau, berikan piring makan khusus yang menarik dan isi piring itu dengan makanan dari berbagai warna dan tekstur. Terkadang, sentuhan lembut dari Ibu saja sudah dapat menenangkan si batita yang kelelahan akibat aktif bergerak menjelajahi dunia sekitarnya.

Saat lahir, panca indra anak sebenarnya telah berfungsi. Namun, sejalan dengan waktu, indra bayi berkembang semakin kompleks dan terkoordinasi satu sama lain. Memperkenalkan si batita dengan berbagai macam hal dapat mendorong perkembangan otaknya. Perlihatkan dia pada berbagai warna, perdengarkan indahnya musik dan ajaklah berbicara, berikan juga pada mereka berbagai benda yang bisa mereka baui, rasakan, dan sentuh.

Ajak juga si kecil mengasah panca indra yang dimilikinya melalui permainan. Beberapa ide ini bisa Ibu coba untuk mengasah panca indra anak yang baik untuk perkembangan otaknya :

1. Sentuh dan Rasakan
Kumpulkan beberapa lembar kardus, potong agar sama ukurannya dan buat lubang di tengah, kemudian ikat jadi satu sehingga menjadi semacam buku. Pada setiap lembar kardus, tempelkan beberapa jenis benda dengan tekstur berbeda-beda, lalu beri label penjelasan. Misalnya, tempelkan kapas dan beri label “HALUS”,  tempelkan gel dan beri label “KENYAL”, atau tempelkan batu dan beri label “KERAS”. Benda apa pun bisa ditempelkan, sehingga anak mengenali macam-macam tekstur di sekitarnya.

2. Bermain di Taman
Taman adalah tempat paling tepat bagi si kecil untuk mengenali berbagai macam bentuk, warna, dan ukuran. Biarkan dia bereksplorasi dengan bebas, mulai dari bermain tanah, memegang batu, membaui bunga, hingga mengumpulkan daun-daun yang rontok. Bawalah kaca pembesar agar bisa membantunya mengamati lebih jelas apa yang ada di balik objek yang dilihatnya.

3. Tebak Benda
Permainan ini mengajak si kecil berpikir dan menerka benda di sekitarnya yang sedang Ibu pikirkan. Mulailah dengan kata “Ada satu benda…”, lalu lanjutkan dengan mendeskripsikan benda tersebut mulai dari bentuk, warna, ukuran, tekstur, dan baunya. Setelah menebak jawaban, perlihatkan benda tersebut dan amati bersama ciri-ciri benda tersebut sesuai dengan deskripsi Ibu sebelumnya.

Ternyata, banyak cara seru untuk mengasah panca indra anak ya, Bu.

3Apr2018

Bagaimana merangsang panca indra anak dengan cara bermain? Ada beberapa permainan ataupun kegiatan bermain yang dapat merangsang fungsi panca indra anak. Masa kanak-kanak merupakan fase dasar yang akan dialami oleh setiap manusia sebelum ia beranjak dewasa. Pada masa ini, salah satu tahapan perkembangan yang akan dilalui oleh anak yaitu bermain, yang mana bermain sendiri ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dari anak-anak. Bermain merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam membantu optimalnya perkembangan anak, karena sebenarnya pada kegiatan bermain terdapat pembelajaran disetiap prosesnya. Melalui bermain, anak-anak melatih koordinasi tangan-mata yang lebih baik selain itu juga dapat membangun imajinasi anak ketika bermain dengan anak lainnya dan hal ini dapat membangun interaksi sosial anak.

Tips merangsang panca indra anak dengan cara bermain

Bermain bukanlah suatu kegiatan yang sia-sia pada anak usia dini. Selain memberikan kesenangan, bermain juga dapat merangsang fungsi panca indra pada anak. Ketika anak bermain dengan benda, ia akan bertemu dengan beraneka ragam warna mainan, suara dan bentuk mainan yang kesemua ini akan melatih fungsi panca indra anak. Motorik halus dan motorik kasar anak secara tidak langsung sedikit-demi sedikit mulai terasa oleh kegiatan bermain yang dilakukan anak yang kesemua ini akan berguna ketika anak belajar memegang pensil ketika akan menulis.

Ada beberapa permainan ataupun kegiatan bermain yang dapat merangsang fungsi panca indra anak, diantaranya;

  • Indra penglihatan : Puzzle, Kartu bergambar, dll
  • Indra Pendengaran : Bermain peran dengan anak lain, botol yang di isi dengan pasir, air, kerikil sehingga menimbulkan bunyi yang berbeda, dll
  • Indra peraba : Menyusun balok, tanah liat, dll
  • Indra perasa : Anak bisa diajarkan untuk mengenal bermacam rasa melalui bermain rumah-rumahan, manis gula, paitnya kopi serta asinnya garam melalui minuman yang akan di suguhkan anak dalam permainan yang ia lakukan.
  • Indra penciuman : Indra penciuman bisa diransang melalui bermacam-macam harum bunga ketika anak-anak main ditaman. Atau orang tua bisa memberikan harum yang senada pada pakaian, tempat tidur serta mainan anak, hal ini dimaksudkan agar anak bisa mengenali dan membedakan benda miliknya.

Dalam prakteknya, anak yang lebih aktif ketika bermain akan lebih banyak mendapatkan informasi dan hal baru yang ia temui dibandingkan dengan anak yang pasif. Maka peran orang tua dalam menfasilitasi dan membimbing anak dalam bermain juga akan membuat anak senang dan bersemangat dalam bermain.

Semoga tips merangsang fungsi panca indra anak ini dapat bermanfaat buat orang tua untuk melatih indra pada buah hati, 🙂

1Apr2018

Sebagai penutup kegiatan bulan ini dengan tema mengenal kendaraan, adik-adik @happyclub.id berkesempatan untuk mengunjungi Pangkalan TNI Angkatan Udara Republik Indonesia di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Belajar Dan Bermain : Mengunjungi Pangkalan TNI Angkatan Udara Republik Indonesia

Senang sekali kami bisa melihat pesawat hercules milik TNI AU, kami juga berkesempatan untuk masuk dan melihat-lihat sebentar bagaimana kondisi di dalam pesawat hercules yang sangat berbeda dengan pesawat komersil yang biasa kita tumpangi saat bepergian bersama keluarga.

Sayang kita tidak dapat berlama-lama berada di dalamnya, karena Pesawat Hercules tsb akan segera digunakan latihan oleh tim penerjun dari TNI AU di lanud Sulaiman. Tapi kami tidak kecewa, kami justru sangat senang karena bisa bertemu dengan tim penerjun TNI AU yang keren-keren serta berkesempatan untuk berfoto bersama dengan ??‍✈️pilot TNI AU yang akan menerbangkan pesawat hercules ini, lihat bagaimana wajah-wajah bahagia kami di foto-foto ini ???.

Belajar Dan Bermain : Mengunjungi Pangkalan TNI Angkatan Udara Republik Indonesia

Setelah melihat pesawat hercules, kami berkumpul di dekat landasan udara. Kami diberikan penjelasan sedikit mengenai pemadam kebakaran yang ada di pesawat. Ternyata ada kostum khusus yang dipakai oleh pemadam untuk memadamkan api di dalam pesawat loh! Saat sedang diberikan penjelasan, sesekali adik-adik melihat pesawat yang akan take-off. Adik-adik melambaikan tangan sambil berkata “dadaaahhh ??”. Setelah itu, kami berkumpul di taman untuk berfoto menggunakan seragam pilot tempur TNI AU. Sambil menunggu giliran dengan teman-teman yang lain, kami bernyanyi dan bermain bersama. Ceria sekali wajah adik-adik @happyclub.id ?.

Hore sekarang giliran kami yang berfoto menggunakan pakaian pilot seperti TNI AU. Lihat bagaimana gaya adik-adik @happyclub.id berpose di depan pesawat milik TNI AU menggunakan seragam pilot, keren-keren ya! Sayang sekali seragamnya hanya ada ukuran untuk anak-anak, jadi kakak-kakak gak bisa ikutan berpose keren den ???

Sekian gambaran kegiatan kami, sampai jumpa di kegiatan kami berikutnya ?.
#rumahbermain #rumahbermainkeluarga #familytime #keluargabandung #bandungjuara #aktifitasanakbandung #playdatebandung #jalanjalan #wisatabandung #wisataedukasi #bermainbelajar #belajartransportasi #happyfamily #happyclubindonesia #bermaincerdas #happyclub #mengenalkendaraan #pesawathercules #tniau #kamerabunda