Category "Parenting"

4Jul2017

Gangguan tumbuh kembang pada anak ini masih banyak belum diketahui oleh para orangtua. Apalagi gejala dan tandanya juga masih banyak orangtua yang tidak menyadarinya. Sampai akhirnya orangtua akan mengabaikan dan beranggapan jika apa yang menimpa anak normal padahal ketika diketahui ada yang salah, penangannya sudah terlambat.

Sebagai orangtua, sudah menjadi tugas Anda untuk mengetahui setiap perkembangan yang dilalui anak. Dan ketika ada sesuatu yang salah atau tidak normal dalam perkembangannya, Anda bisa langsung membawanya ke dokter spesialis anak.

Mengetahui gelaja atau tanda gangguan tumbuh kembang pada anak ini bisa membantu Anda melakukan penanganan lebih dini bahkan mencegahnya. Berikut ini beberapa gangguan tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui:

Gangguan Bicara dan Bahasa

Tahukan Anda jika kemampuan berbahasa menjadi indikator seluruh perkembangan anak. Umur berapa bisa mengetahui jika anak mengalami gangguan bicara? Jika anak usia 2 tahun masih belum bisa berbicara, paham perintah tapi tidak bisa mengungkapkan ide sendiri, dan artikulasinya masih tidak jelas, maka anak tersebut mengalami gangguan bicara.

Penyebab salah satu gangguan tumbuh kembang anak ini adalah kurangnya stimulasi yang diberikan orangtua pada anaknya. Jika tidak ditangani dengan terapi bicara ke pusat tumbuh kembang anak, gangguan ini bisa menetap.

 

Celebral Palsy

Gangguan tumbuh kembang lainnya adalah cerbral palsy. Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif yang disebabkan kerusakan pada sel-sel motorik di susunan saraf pusat yang sedang tumbuh.

Sindrom Down

Sindrom down merupakan kondisi di mana dapat dikenali dari fenotipnya. Kecerdasan anak dengan sindrom down ini pun terbatas. Hal ini mengakibatkan jumlah kromosomnya lebih dari 21. Penyebab gangguan perkembangan ini adalah adanya kelainan jantung kongenital, hipotonia berat, atau masalah biologis dan lingkungan yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik serta keterampilan untuk menolong diri sendiri.

 

Autisme

Merupakan sebuah gangguan perkembangan pervasif pada anak dan gejalanya bisa muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Pervasif ini meliputi seluruh aspek perkembangan sehingga gangguannya sangat luas dan berat sampai akhirnya mempengaruhi anak secara mendalam. Anak dengan autisme akan mengalami gangguan perkembangan dalam bidang interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku.

Retardasi Mental

Memiliki gejala IQ yang rendah atau kurang dari 70. Hal ini menyebabkan anak tidak mampu untuk belajar dan beradaptasi pada tuntutan masyarakat.

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

Gangguan tumbuh kembang anak ini di mana anak kesulitan untuk memusatkan perhatian. Seringkali gangguan ini disertai dengan hiperaktivitas atau kondisi anak yang tidak bisa diam atau sangat aktif.

 

Disleksia

Gangguan tumbuh kembang ini merupakan kesulitan belajar khususnya belajar membaca. Namun ada juga yang disertai dengan kesulitan belajar menulis, mengeja, menggunakan kata-kata yang tepat, bingung dengan arah membaca. Gangguan ini disebabkan oleh faktor genetik, bisa juga karena adanya kerusakan otak, dan psikologis berupa gangguan emosional, serta faktor lingkungan.

Jalan Jinjit

Hal yang normal memang jika anak di bawah usia 3 tahun sering berjalan jinjit. Namun jika kegiatan ini bertahan hingga usianya 3 tahun ke atas dan anak tidak bisa berdiri menggunakan telapak kakinya, Anda harus waspada.

Gangguan ini sebenarnya mengarah pada adanya sejumlah masalah, mulai dari cerebral oalsy, keterlambatan perkembangan, bahkan bisa menjadi petunjuk adanya gangguan lebih kompleks seperti autisme.

Jika Anda menemukan gangguan tumbuh kembang pada anak, maka sebaiknya segera membawanya untuk dikonsultasikan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

3Jul2017

Tumbuh kembang anak 2-5 tahun sangat pesat perkembangan. Anak sudah bisa diajak bermain sambil berlari, bahkan mereka bisa bercerita dengan gayanya yang lucu dan menghibur semua orang. Namun tentu saja tumbuh kembang anak ini tidak akan maksimal tanpa adanya stimulasi dari orangtua atau orang terdekatnya.

Menjadi PR bagi para orangtua untuk memberikan bimbingan yang tepat agar tumbuh kembang anaknya berjalan lancar. Tidak hanya kehadiran orangtua yang membimbingnya, tetapi juga pastikan lingkungan di sekitarnya mendukung anak untuk berkembang maksimal dan lebih baik.

Mau tau apa saja perkembangan yang terjadi pada anak dua sampai lima tahun? Ini dia daftarnya:

Perkembangan Usia 2-3 Tahun

Anak di usia ini sudah bisa melompat dengan dua kaki, berjalan naik dan turun tangga tanpa kesulitan. Lalu mereka juga bisa berjalan sambil berjinjit, menendang dan melempar bola. Bahkan ada di antaranya yang sudah bisa mengayuh sepeda roda tiga.

Pergerakan tumbuh kembanganak usia 2-3 tahun pun lebih kuat dan lebih seimbang serta bisa terkoordinasi dengan anggota tubuh lainnya. Untuk urusan makan, anak usia 2-3 tahun pun sudah bisa dilepas makan sendiri loh.

Ajak juga mereka untuk berkreasi dengan kertas warna karena di usia ini, anak-anak sudah bisa melipat kertas, menggunting tanpa pola dan memegang alat tulis lalu membuat garis lulus serta lingkaran. Untuk masalah sosilasisai, anak-anak usia ini juga sudah bisa berbagi, bekerja sama, dan mengerti ucapan orang-orang.

Imajinasi mereka pun semakin kreatif dan suka bermain peran. Tidak heran jika mereka beberapa kali akan berperan sebagai tokoh di film favoritnya.  Sedangkan untuk urusan kosa kata, mereka sudah bisa mengucapkan 50- 300 kata dan bicara dengan kombinasi 3-4 kata.

Ajak juga mereka bernyanyi karena di usia ini mereka sudah bisa mengikuti nyanyiin Anda. kesabaran Anda pun akan diuji karena mereka akan lebih sering bertanya mengenai apa yang membuatnya tertarik dan penasaran.

Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun

Anak usia 3-4 tahun sudah bisa berlari dengan kontrol, lalu menangkap dan melempar bola dengan tangan di atas kepala. Koordinasi tubuhnya pun mulai sempurna karena sudah bisa melompat dan berdiri dengan satu kaki hingga 5 detik.

Anak juga sudah mulai bisa menunjukkan kasih sayang ke keluarga dan temannya. Lalu mulai berpartisipasi dalam permainan kelompok sederhana. Sedangkan untuk emosionalnya, lebih stabil.

Kemampuan berkomunikasinya semakin membaik karena sudah bisa menggucapkan kalimat 5-6 kata. Lalu bisa mengenali jenis kelamin sendiri, menyebutkan nama lengkap, dan usianya. Namun si kecil masih sulit membedakan mana fantasi dan realita.

Di usia ini Anda bisa mengajarkannya menulis dan mewarnai. Mengingat koordinasi tanganya dalam memegang alat tulis sudah semakin membaik.

Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun

Si kecil mulai sering melompat-lompat karena ini keahlian barunya. Ketika mewarnai pun sudah mulai bisa rapi, tidak keluar garis. Bahkan si kecil mulaimahir menggambar.

Anak usia 4-5 tahun pun sudah bisa mengekspresikan apa yang dirasakannya, mulai mengetahui mana yang benar dan salah, mencari penghargaan orang lain, dan suka bermain dengan temannya dibandingkan sendiri.

Tanyakan juga di mana alamatnya tinggal, si anak pun sudah bisa loh mengucapkannya dengan lengkap! Tidak jarang mereka juga mulai berbicara tentang pengalaman atau cerita yang didengarnya pada Anda dan orang lain. Si kecil pun sudah bisa mengenali warna dan bentuk, semakin paham sebab dan akibat, dan mengenali konsep waktu.

Perkembangan anak usia 2-5 tahun ini sangat cepat terjadi dan termasuk ke dalam momen golden age. Untuk itu, jangan sampai Anda melewatkan momen ini dan jadilah pebimbing agar perkembangannya maksimal.

3Jul2017

Anak usia dini golden age atau sedang memasuki fase usia emas. Bagi Anda yang memiliki anak usia 0-5 tahun, maka bersiaplah untuk terus mengasah dan membimbing anak agar perkembangannya maksimal dan bisa siap menghadapi persaingan di masa dewasanya kelak.

Usia anak 0-5 tahun memang menjadi momen di mana perkembangan terbaik untuk fisik dan otak. Namun masih banyak orangtua yang kurang memperhatikan masa-masa terbaik ini dan cuek. Hasilnya, anak tumbuh kembang tanpa diberikan bimbingan dan arahan maksimal. Padahal di momen ini, anak justru perlu dibimbing untuk mengasah bakat dan minatnya.

Berikut adalah apa yang harus Anda lakukan dalam menghadapi momen anak usia dini golden age ini

Perhatikan Gizinya

Bagi bayi di bawah enam bulan maka penting untuk memberikan ASI ekslusif.  Sedangkan anak yang sudah memasuki usia diberikan mpasi, maka pastikan Anda memberikan makanan bergizi pada anak sehingga kesehatannya terjaga. Memberikan makanan yang kaya akan gizi pun bisa mendukung perkembangan fisik dan otak anak.

Berikan Stimulasi

Anak merupakan penilu ulung dan setiap usia memiliki perkembangan berbeda. Sebagai orangtua, penting untuk memberikan stimulasi untuk mengasah setiap inderanya. Misalnya untuk indera pendengaran, Anda bisa membacakan buku cerita, menyanyikan lagu, sampai mendengarkan suara-suara binatang. Begitupun dengan motoriknya, Anda bisa menyediakan mainan yang bisa merangsang perkembangan motoriknya.

Tidak Memaksakan Perkembangan Anak

Setiap anak memiliki fase perkembangan yang berbeda dengan anak lainnya. Jika anak teman Anda sudah bisa berjalan dan anak Anda belum padahal usianya sama, maka jangan memaksa anak untuk berjalan. Biarkan anak berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Hindari memaksa anak untuk melakukan sesuai yang Anda inginkan. Hal ini bisa membuat anak stres dan akhirnya bisa mengganggu perkembangan anak bahkan rasa percaya dirinya.

 

 

Jangan Mengekang Anak

Bebaskan anak untuk melakukan banyak hal. Biarkan anak bereksplor di lingkungan sekitarnya, asalkan dia tetap aman. Ajarkan juga tanggung jawab sesuai dengan usianya.

Ketika Anda membiarkan anak untuk bereksplor, maka anak pun bisa menemukan hal baru yang menjadi pembelajaran bagi dirinya. Semakin luas wilayah atau lingkungan tempat anak belajar, maka ia juga akan belajar banyak hal. Bahan-bahan pembelajaran ini dibutuhkan anak untuk mendukung perkembangan mental, otak, dan fisiknya. Jangan lupa untuk membuat lingkungan di sekitar anak Anda sehat dan positif.

Cara lain untuk mengasah potensi, minat dan bakat anak di usia dini adalah dengan memasukkan anak ke kelompok bermain. Dalam kelompok bermain ini, anak bisa dibimbing oleh gurunya yang tentu saja lebih berpengalaman dalam mengasah potensi, minat dan bakat anak.

Anda juga bisa mengikutsertakan anak dalam tes analisis sidik jari. Tes ini bisa dilakukan sejak anak berusia enam bulan. Melalui tes analisa sidik jari ini, Anda bisa mengetahui potensi, minat, dan bakat anak. Bukan hanya itu, Anda pun bisa mengetahui karakter dan gaya belajar anak. Hasil tes ini bisa membantu Anda untuk lebih fokus membimbing dan memberikan pendidikan yang tepat bagi anak.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai tips dalam membimbing perkembangan momen emas anak usia dini. Maka bisa langsung menghubungi Happy Club di www.happyclub.id.  Pastikan Anda tidak melewatkan momen anak usia dini golden age ini ya.

  1. http://crowwing.us
  2. http://en.plantoys.com
  3. girlstalkinsmack.com
  4. cdn.medimetry.com
  5. http://cdn.skim.gs/
3Jul2017

Lingkungan mempengaruhi anak memang benar adanya. Perkembangan anak sendiri selain bisa dipengaruhi oleh lingkungan, juga oleh faktor hereditas atau genetik. Apa itu faktor genetik? Faktor ini merupakan faktor bawaan atau warisan dari orangtuanya.

Faktor lingkungan sendiri yang sering ditakuti oleh para orangtua dalam perkembangan anaknya. Mengingat setiap harinya, anak bergaul di lingkungan sekitarnya, anak pun akan lebih mudah meniru apa yang dia lihat di lingkungannya. Untuk itu sangat penting loh menciptakan lingkungan sehat dan positif di sekitar tumbuh kembang anak.

Namun masalahnya, tidak semua orang yang ada di lingkungan tempat tumbuh kembang anak memiliki prilaku postif. Lalu apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini? berikut beberapa tipsnya:

Memberitahu Mana yang Baik dan Tidak Baik

Anak mungkin melakukan sesuatu yang tidak baik karena meniru seseorang di lingkungan sekitarnya. Jika hal ini terjadi, maka Anda bisa menjelaskan pada anak jika prilaku ini tidak baik. Tugas sebagai orangtua salah satunya adalah memberitahukan mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi kepada anak.

Pastikan Lingkungan Keluarga Mendukung

Perkembangan anak juga bisa terpengaruhi oleh lingkungan keluarga. Apalagi jika Anda tinggal dengan anggota keluarga lainnya. Sebisa mungkin anggota keluarga ini juga harus mencontohkan prilaku yang baik.

Ketika Anda sudah memberikan contoh yang baik tetapi anggota keluarga lainnya tidak, maka anak bisa saja terpengaruhi. Untuk itu sangat penting untuk dapatkan dukungan dari anggota keluarga lainnya.

Memberikan Contoh yang Baik

Faktor lingkungan memang bisa berpengaruh besar pada perkembangan anak. Namun kembali lagi, pertumbuhan anak bisa baik jika orangtuanya bisa memberikan contoh yang baik dan membimbingnya.

Mulailah dari diri sendiri dengan melakukan sesuatu yang baik sehingga anak bisa menirunya. Ketika anak melakukan sesuatu yang tidak baik, maka Anda bisa memberitahukannya jika itu tidak baik dan memberikan contoh seperti apa yang baiknya.

Cara dan gaya orangtua dalam berprilaku akan menjadi sumber untuk ditiru anak. Anak akan melihat bagaimana orangtuanya bersikap pada dia juga lingkungannya. Dari pengamatan ini anak akan meniru bahkan hingga dewasa.

 

Memilih Sekolah yang Tepat

Jika anak sudah memasuki usia sekolah, baik itu kelompok bermain aaupun sekolah dasar. Pastikan juga Anda telah memilih sekolah yang tepat. Sekolah tersebut tidak hanya harus memiliki citra yang baik, tetapi juga guru, serta lingkungan yang positif.

Lingkungan sekolah diibaratkan sebagai lingkungan kedua setelah keluarga. Sebelum memilih sekolah, sebaiknya Anda mencari tau dan melihat-lihat dahulu bagaimana kondisi sekolah tersebut.

Tidak ada salahnya untuk memasukkan anak usia dini ke sebuah kelompok bermain. Asalkan kelompok bermain tersebut benar-benar mengajak bermain sambil belajar dan tidak memberikan tekanan pada anak. Bahkan dengan memasukkan anak ke kelompok bermain ini bisa membantu anak berkembang lebih baik karena dibimbing oleh guru sebagai pihak yang berpengalaman serta profesional dalam urusan tumbuh kembang anak.

Di kelompok bermain ini, anak-anak akan diperkenalkan dengan dunia baru yang akan menambah wawasan serta keterampilannya. Asalkan guru serta lingkungan sekolahnya terjamin baik, maka prilaku dan tumbuh kembang anak pun akan berjalan positif.

Lingkungan mempengaruhi anak, hal ini tidak bisa Anda hindari. Mengingat tanpa bersosialisi dengan lingkungan bisa menyebabkan pertumbuhan anak terganggu. Namun sebagai orangtua, Anda bisa mencegah atau mengantisipasi agar lingkungan tersebut tidak berpengaruh buruk untuk anak. Salah satu kuncinya adalah memberikan contoh yang baik bagi anak untuk ditiru.

  1. thehealthsite.com
  2. http://www.ocpreschool.org
  3. http://3.bp.blogspot.com
  4. parenting.com
  5. kidspot.com.au
30Jun2017

Bagaimana cara belajar anak usia dini ini pasti tidak akan disangka-sangka oleh para orangtuanya. Pada umumnya, anak-anak usia dini ini masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan sehingga pembelajarannya masih bergantung dengan objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya.

 

Berikut ini beberapa cara anak usia dini dalam belajar:

Mengamati Lingkungan

Anak senang mengamati dan berpikir tentang lingkungannya. Hal inilah yang menjadi penyebab anak bayi suka memasukkan suatu benda baru ke mulutnya. Cara ini dilakukannya untuk mengetahui dan mengenal benda apa yang sedang dipegangnya.

Setelah bisa berbicara, anak akan sering bertanya, apa itu, apa ini. Hal ini memang bisa menguras kesabaran dan emosi orangtua, namun inilah cara anak untuk belajar. Oleh karena itu Anda harus bersabar jika si kecil mulai bertanya ini itu tentang segala hal.

Anak Belajar Satu Sama Lain dalam Lingkungan Sosial

Biarkan anak bermain dengan teman sebaya nya. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk pembelajaran dan mendukung tumbuh kembangnya. Dengan kegiatan bersosialisasi ini, anak bisa membangun keterampilan seperti proses mengamati, menglasisikasikan, dan juga mengelompokkan. Anak juga bsia belajar banyak pengetahuan dan keterampilan dari interaksinya dengan lingkungan.

 

Biarkan Anak Bermain

Bermain juga sangat penting loh dalam mendukung tumbuh kembang anak. Bermain bisa membantu perkembangan berbagai potensi anak. Melalui bermain jugam, anak bisa bereksplorasi, menemukan, dan memanfaatkan objek yang ada di sekitarnya. Menjadikan aktifitas bermain ini menjadi proses pembelajaran efektif bagi anak.

Untuk itu, bagi Anda yang memiliki anak usia dini tidak ada salahnya memasukkannya ke kelompok bermain. Asalkan kelompok bermain tersebut memiliki konsep pendidikan yang menyenangkan dan tidak membuat anak tertekan.

 

Bagaimana cara anak usia dini belajar berpikir anak juga berakar dari pengalamannya sehari-hari. Pengalaman ini didapat dari enam sumber, yaitu:

  • Pengalaman sensory
  • Pengalaman berbahasa
  • Latar belakang budaya
  • Teman sepermainan
  • Media masa
  • Kegiatan saintis

Satu hal yang penting untuk diketahui setiap orangtua adalah anak itu unik. Tidak ada satu anak yang sama dengan anak lainnya. Untuk itu jangan sampai Anda menyamaratakan anak Anda dengan anak-anak lainnya.

Begitupun dengan gaya belajar anak, pasti akan berbeda antara satu dengan lainnya. Gaya belajar setiap anak biasanya akan dipengaruhi oleh faktor alamiah atau pembawaan serta lingkungannya. Agar aktifitas belajar anak lebih efektif, maka Anda sebagai orangtuanya harus bisa mengetahui terlebih dahulu seperti apa gaya belajarnya.

Mengetahui seperti apa gaya belajar anak maka bisa memberikan berbagai manfaat. Tidak hanya menjadikan kegiatan belajar lebih efektif, Anda juga tidak perlu emosi dalam menghadapi anak yang menurut Anda sulit untuk belajar. Selain itu dengan mengetahui gaya belajarnya, maka Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bakatnya dan berprestasi.

Masa kanak-kanak menjadi fase yang sangat penting dan berharga bagi perkembangan anak itu sendiri. Masa ini juga menjadi peluang besar bagi orangtua untuk membentuk dan mengembangkan pribadi anak di dewasa nanti.

 

Biarkan juga anak melakukan kesalahan, karena kesalahan menjadi langkah pertama untuk memperbaiki kesalahan itu sendiri sehingga mereka tidak akan mengulangnya. Bangun juga ikatan positif dengan anak sehinga anak merasa nyaman belajar dengan Anda.

 

Pastikan juga lingkungan tempat anak belajar baik dan ramah untuk anak. Mengingat faktor lingkungan bisa mempengaruhi dalam bagaimana cara belajar anak usia dini.

  1. agoramedia.com
  2. netease.com
  3. parenting.com
  4. schenectadyjcc.org
  5. .babycenter.com
22Jun2017

Anak usia dini belajar bahasa Inggris, memang terdengar sangat keren. Namun dibalik kerennya itu, ternyata mengajarkan anak bahasa Inggris ataupun bahasa kedua di usia dini memiliki efek negatif yang cukup berdampak pada anak.

Memang di usia dini akan lebih mudah untuk menangkap pelajaran. Namun alangkah lebih baiknya jika anak diajari dulu menggunakan bahasa ibu nya (dalam hal ini bahasa Indonesia) dibandingkan bahasa asing. Apalagi jika Anda memaksa anak untuk belajar bahasa asing sementara dalam menggunakan bahasa ibu nya saja masih bingung.

Mengajarkan bahasa kedua di usia dini bisa memberikan dampak beban kognitif tambahan pada pusat-pusat bahasa di otak anak. Maka anak yang belajar dua bahasa sekaligus akan menghadapi masalah intelektual yang berbeda dari anak-anak yang hanya belajar bahasa ibu.

Berikut ini beberapa dampak negatif lainnya ketika Anda mengajarkan anak bahasa kedua di usia dini:

Kemunduran Bahasa

Menurut penulis buku “Language Development”,  Professor Psikologi Erika Hoff, belajar beberapa bahasa secara bersamaan akan membatasi jumlah kata yang dapat anak pelajari dalam waktu yang telah ditentukan.

Misalnya , balita hanya memiliki kapasistas kognitif untuk belajar kosa kata baru rata-rata 20 per bulannya. Ketika Anda mengajarkan dua bahasa pada anak tersebut maka, dia hanya bisa belajar 10 kata baru dalam bahasa ibu, dan 10 kata dalam bahasa asing. Hal ini tentunya berdampak pada perkembangan bahasa anak di usianya.

Hambatan Pengguasaan Bahasa

Ketika anak sedang belajar bahasa ibu namun diajarkan bahasa asing atau bahasa kedua, maka bisa menyebabkan kesalahpahaman dan menghambat dalam penguasaan bahasa. Anak akan bingung mana bahasa ibu mana bahasa kedua. Bahkan tidak jarang kosa kata baru anak tidak bertambah akibat bingung dengan aksen dan bahasa yang sedang dipelajarinya.

Perbedaan Budaya

Tahukah Anda jika memperkenalkan bahasa asing di usia dini bisa membuat anak melupakan budaya aslinya? Niat orangtua untuk memperkenalkan bahasa asing di usia dini memang bagus. Alasannya mungkin karena ingin menyiapkan anak dalam bisnis di masa depan, ada juga karena sekolah yang menuntutnya. Malah ada juga orangtua yang mengajarkan bahasa asing di usia dini karena gengsi.

Namun sebelum Anda mengenalkan bahasa asing di usia dini, penting diketahui jika langkah ini bisa berujung negatif. Anak bisa bingung dengan budayanya asalnya sendiri dan bahkan melupakan budayanya. Hasilnya, penerus budaya pun akan berkurang dan mungkin lama-lama menghilang.

Misalnya jika anak tinggal di Indonesia namun belajar bahasa Jepang maka dia bisa mempertanyakan identitasnya. Hal ini sekali lagi bisa mengakibatkan kebingungan budaya.

Kesulitan dalam Belajar Bahasa Asing Sampai Menimbulkan Stres

Bahasa asing tentu saja berbeda dengan bahasa ibu. Baik itu tata bahasa, penggunaan huurf, dan cara membaca yang berbeda. Dan ketika anak disuruh mempelajari ribuan kosatakata bahasa asing tentu saja akan membuatnya stres karena cara mengeja dan mengucapkannya berbeda dengan bahasa ibu.

Melupakan Apa yang Dipelajari

Bahasa asing walaupun dipelajari namun tidak dipraktekan akan mudah dilupakan. Nah ketika Anda memasukkan anak ke tempat les bahasa asing namun tidak mempraktekannya atau lingkungan keseharian anak menggunakan bahasa ibu, tentu saja anak akan melupakan apa yang dipelajarinya.

Anak usia dini belajar bahasa Inggris sebenarnya tidak ada, namun tunggu sampai usianya cukup matang dalam mempelajarinya. Biarkan anak untuk mengguasai bahasa ibu nya sendiri serta budayanya. Dengan begitu Anda turut mendukung dan melestarikan budaya negara sendiri dengan menurunkannya pada sang anak.

  1. http://www.rd.com/
  2. http://cdn.skim.gs
  3. cloudfront.net
  4. cloudfront.net
  5. http://www.multiplemayhemmamma.com
  6. http://www.hepimizaileyiz.com/Cocugum
  7. http://www.momjunction.com
20Jun2017

http://miamipartyeventplanner.com

Analisa sidik jari di Bandung sekarang ini memang masih sedikit. Jumlahnya tempat yang menyediakan tes analisa sidik jari di Bandung ini pun menjadikan para orangtua, dan mungkin termasuk Anda, berpikir harga tes ini sangat mahal. Padahal kenyataannya ada tempat tes analisa sidik jari di Bandung menawarkan harga cukup terjangkau.

 

Happy Club, sebuah tempat kelompok bermain yang fokus pada perkembangan potensi dan bakat ini menyediakan paket tes analisa sidik jari di Bandung bernama Happyfinger. Di Happy Club ini, Anda bisa memilih beberapa paket tes analisa sidik jari di Bandung sesuai dengan budget dan kebutuhan.

 

Harga paket tes analisa sidik jari di Bandung di Happyfinger Happy Club ini beragam. Ada paket group A senilai Rp 250.000, ada juga paket group B senilai Rp 300.000, dan ada paket group C senilai Rp 400.000. Setiap paketnya menawarkan kelebihan masing-masing namun semuanya sudah memberikan manfaat lebih untuk menunjang bakat sang anak.

parents.mdpcdn.com

Kenapa Harus Mengikuti Tes Analisa Sidik Jari

Tes analisa sidik jari memungkinkan Anda untuk mengetahui lebih dini apa yang menjadi minat dan bakat anak. Ketika Anda mengetahui minat dan bakat anak lebih dini, maka Anda bisa membantu mengembangkan bakat serta minatnya tersebut. Anda juga bisa membantu anak untuk lebih fokus dalam hal pendidikannya karena sudah mengetahui profesi yang tepat untuknya apa.

Bukan hanya itu, di bawah ini juga beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan sebagai orangtua setelah anak mengikuti tes analisa sidik jari:

  • Orangtua dapat membimbing anak dalam belajar dan memilih kurikulum belajar yang lebih baik
  • Melalui tes analisis sidik jari ini juga orangtua bisa mengetahui seperti apa gaya belajar anak sehingga proses belajar lebih efektif lagi
  • Mengetahui potensi anak, baik itu kekuatannya juga kelemahannya
  • Membantu anak untuk lebih menajamkan keterampilan dan bakatnya
  • Mengembangkan neurologis anak sehinga anak bisa berkembang sempurna sedari dini

http://pbskids.org

Berikut ini manfaat tes analisa sidik jari bagi anak:

  • Bisa mengidentifikasi karakteristik dan gaya belajarnya
  • Mengidentifikasi talenta dan juga kelemahannya
  • Bisa membantu merancang mod
  • Mercancang pembelajaran khusus untuk sang anak
  • Mengurangi biaya dan waktu untuk program khusus karena Anda sudah mengetahui bakat anak apa
  • Percaya diri anak meningkat
  • Hubungan dengan orangtua lebih meningkat
  • Masa kanak-kanak lebih bahagia karena tidak perlu dipaksa belajar yang tidak sesuai dengan gaya belajarnya

zmescience.com

Tes Analisa Sidik Jari Dapat Dipercaya

Ilmu yang mempelajari sidik jari bernama Daktiloskopi dan berasal dari bahasa Yunani yaitu Dactylos. Artinya jari jemari dan scopien yang artinya mengamati. Tes analisis sidik ini sendiri merupakan metode berlandaskan dermatoglyphic, sebuah ilmu pengetahuan yang usianya sudah ratusan tahun.
Dermatoglyphic sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya, derma (kulit) dan gylphy (ukiran). Ilmu pengetahuan ini berdasarkan teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari jemari, telapak tangan dan kaki). Ilmu ini sangat kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.

 

Jika Anda tertarik untuk membawa anak mengikuti tes analisa sidik jari di Bandung maka bisa mengajaknya ke Happy Club. Untuk informasi lebih jelas, Anda bisa langsung mengjungi www.happyclub.id.

18Jun2017

pinimg.com

Minat anak usia dini perlu dikembangkan oleh Anda sebagai orangtuanya. Namun sebelum Anda mulai mengembangkannya, terlebih dahulu harus mengetahui apa sih yang menjadi minat anak usia dini. Setelah Anda mengetahui apa yang menjadi minat anak usia dini maka langkah selanjutnya tentu dengan membimbingnya untuk mengembangkannya.

Namun bagaimana cara untuk mengetahui minat anak usia dini, ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan dalam mengetahuinya. Di antaranya dengan mengobservasi apa yang menjadi kesenangannya dalam aktivitas keseharian, lalu memberikan anak kebebasan untuk mencoba berbagai hal dan tidak menekannya. Bahkan membiarkan anak bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Anda juga bisa menggunakan tes analisis sidik jari untuk mengetahui lebih dalam tidak hanya minat anak usia dini, tetapi juga karakter sampai gaya belajar sang anak. Tes analisis sidik jari ini tentunya akan memiliki hasil yang lebih tepat dan tentu saja cepat.

Ketika Anda sudah mengetahui apa yang menjadi minatnya, maka langkah-langkah di bawah ini bisa Anda lakukan sebagai usaha dalam mengembangkan minat anak usia dini:

agoramedia.com

Meningkatkan Rasa Percaya Dirinya

Banyak anak yang mengalami krisis percaya diri. Padahal rasa percaya diri penting untuk membangun karakter dan kepribadiannya hingga dewasa nanti. Rasa percaya diri juga bisa membantu dalam mengembangkan minat anak loh.

Lalu bagaimana cara mengatasi anak yang rasa percaya dirinya kurang? Banyak cara untuk mengatasi masalah ini, di antaranya dengan selalu berkata positif pada anak, dalam artian tidak menghinanya, tidak menurunkan keyakinannya, dan selalu mendukung anak.

onsugar.com

Biarkan Anak Mendapatkan Banyak Ilmu

Perkaya wawasan anak dengan berbagai ilmu. Baik itu kesenian, ilmu pengetahuan, bahasa, hingga sosial. Memperkenalkan anak dengan berbagai ilmu ini bisa membantu anak memiliki wawasan luas sedari dini. Dengan wawasan luas ini tentu bisa memudahkan anak dalam mengembangkan minatnya lebih dalam lagi.

huffpost.com

Meningkatkan Motivasi Anak

Anda sudah mengetahui apa yang menjadi minat anak, namun masih merasa kurang memotivasinya. Hal ini tentu akan membuat anak malas untuk mengembangkan minatnya lagi. Untuk itu sangat penting untuk memberikan kalimat positif dan mendukung anak untuk mengembangkan apa yang disenanginya.

http://www.active.com

Berikan Stimulasi

Stimulasi di sini, Anda sebagai orangtua membebaskan anak dalam mengekpresikan apa yang ada dalam hatinya. Membebaskan anak untuk mengutarakan dan berpendapat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan minat serta bakatnya. Dengan memberikan stimulasi ini Anda bisa membantunya dalam mengeksplor kembali minatnya.

zenparent.in

Berikan Pujian

Jangan lupa untuk selalu memberikan pujian dan penghargaan atas apa yang anak lakukan. Baik itu saat anak berhasil melakukan sesuatu maupun gagal. Ketika anak mengalami kegagalan, jangan sampai membuat rasa percaya dirinya jatuh, misalnya dengan mengutarakan kalimat negatif. Misalnya ; kamu bodoh, tidak berguna, dan lainnya.

Saat anak mengalami kegagalan, berikanlah anak dukungan dan kata-kata positif. Misalnya, lain kali kamu pasti berhasil. Atau bisa juga mengingatkan kegagalan ini bisa dijadikan pengalaman agar di lain waktu bisa lebih sukses.

http://www.parents.com

Menjadi Fasilitator

Dalam mengembangkan minat anak tentu dibutuhkan beberapa fasilitas. Nah sebagai orangtua dan ingin melihat anaknya berkembang dengan baik dan sukses, maka harus bisa menyediakan fasilitas yang menunjang. Namun jangan langsung menyerah jika fasilitas ini berhubungan dengan biaya, karena tidak semuanya harus berupa biaya loh. Anda bisa menggunakan kreatifitas untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan anak. Misalnya, anak hobi memasak, maka Anda bisa menyisihkan beberapa bahan makanan untuk diolah anak.

Pastikan juga hubungan Anda dan anak terjaga baik dan harmonis. Mengingat dengan menjaga hubungan orangtua dan anak selalu baik ini bisa membantu anak berkembang lebih baik lagi. Selamat mengembangkan minat anak usia dini Anda.

11Jun2017

Kelompok bermain anak usia dini, ini sendiri ditujukan untuk anak usia 2-6 tahun. Memiliki tujuan untuk membantu tumbuh kembang jasmani dan rohani anak sehingga lebih siap memasuki pendidikan dasar. Hal ini juga didukung dengan pernyataan UNESCO yang mengharuskan anak mengecap pendidikan pra-sekolah semata bertujuan agar anak siap memasuki lingkungan sekolah.

Lingkungan Kelompok bermain anak usia dini sendiri tentu berbeda dengan lingkungan keluarga dan lingkungan rumah. Misalnya saat berada di rumah, anak hanya bermain dan berhadapan dengan kakak atau adiknya. Sedangkan di Kelompok bermain anak usia dini, anak akan berhadapan dengan teman-teman dan orang lain yang karakternya lebih beragam.

Bahkan dalam sebuah penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar, akan lebih mudah beradaptasi. Sang anak pun bisa terhindar dari stres karena harus menghadapi lingkungan sekolah, di mana nantinya dia akan bertemu dengan banyak karakter baru.

Tidak heran jika pendidikan yang diajarkan di Kelompok bermain anak usia dini ini lebih ke arah pemberian rangsangan (stimulasi) untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan juga kematangan motorik anak.

Kegiatan belajarnya pun kebanyakan bermain. Mengingat melalui permainan ini anak-anak akan diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Anak-anak juga akan mempelajari hal-hal baru yang akan menjadi bekal saat memasuki pendidikan dasar di kemudian hari.

Melalui Kelompok bermain anak usia dini ini juga, anak-anak akan dibimbing agar pribadi, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat, dan ketrampilannya bisa berkembang optimal. Selain itu, anak juga akan dilatih kemandiriannya, dikembangkan kemampuan emosionalnya, koginitif, bahasa, fisik dan motorik, seni hingga bisa beradaptasi terhadap lingkungannya.

Berikut beberapa manfaat lainnya dari memasukkan anak ke Kelompok bermain anak usia dini:

http://www.scholastic.com

Belajar Displin

Saat berada di dalam Kelompok bermain anak usia dini,anak-anak tentu harus mengikuti aturan yang ada. Misalnya untuk tidak berebut mainan, duduk saat makan, belajar mengantri dan lainnya. Hal-hal kedisiplinan seperti ini belum tentu anak dapatkan di lingkungan rumahnya. Melalui Kelompok bermain anak usia dini, anak bisa diajarkan untuk lebih disiplin sehingga disiapkan menjadi pribadi yang lebih baik.

http://thelittleworldacademy.org

Membantu Pembentukan Struktur Otak Anak

Saat anak memasuki usia 3-5 tahun, pertumbuhan otaknya mencapai 90% dari ukuran otak saat dewasa nanti. Hal ini menjadikan tahun-tahun pertamanya menjadi masa kritis bagi anak. Mengingat pengalaman yang mereka dapatkan di tahun-tahun ini akan memberikan efek jangka panjang di masa depannya loh! Dan dengan memasukkan anak ke Kelompok bermain anak usia dini ini bisa membantunya dalam pembentukan struktur otak anak sehingga berkembang lebih baik lagi.

ministry-to-children.com

Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Melalui Kelompok bermain anak usia dini, anak-anak akan ditingkatkan lagi percaya dirinya. Umumnya para fasilitator akan menghargai apapun hasil kerja sang anak sehingga bisa memberikan efek positif. Salah satunya rasa percaya dirinya yang meningkat. Ketika rasa percaya diri anak meningkat, otomatis bisa mempengaruhi nilai akademis dan semua aspek kehidupannya kelak.

kidspot.com.au

Jika Anda menginginkan sang anak lebih siap lagi dalam menghadapi pendidikan dasar, dan lebih mengembangkan rasa percaya diri, serta potensi lainnya. Maka tidak ada salahnya memasukkan si kecil ke kelompok bermain anak usia dini. Namun satu hal yang penting diingat adalah, jangan salah pilih kelompok bermain! Pastikan kelompok bermain yang dipilih kegiatan belajarnya bersifat menyenangkan dan tidak membebani anak. Sebagai referensi, anda dapat mempelajari program kelompok bermain anak usia dini disini.