Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak Ini Perlu Diwaspadai

Gangguan tumbuh kembang pada anak ini masih banyak belum diketahui oleh para orangtua. Apalagi gejala dan tandanya juga masih banyak orangtua yang tidak menyadarinya. Sampai akhirnya orangtua akan mengabaikan dan beranggapan jika apa yang menimpa anak normal padahal ketika diketahui ada yang salah, penangannya sudah terlambat.

Sebagai orangtua, sudah menjadi tugas Anda untuk mengetahui setiap perkembangan yang dilalui anak. Dan ketika ada sesuatu yang salah atau tidak normal dalam perkembangannya, Anda bisa langsung membawanya ke dokter spesialis anak.

Mengetahui gelaja atau tanda gangguan tumbuh kembang pada anak ini bisa membantu Anda melakukan penanganan lebih dini bahkan mencegahnya. Berikut ini beberapa gangguan tumbuh kembang anak yang perlu Anda ketahui:

Gangguan Bicara dan Bahasa

Tahukan Anda jika kemampuan berbahasa menjadi indikator seluruh perkembangan anak. Umur berapa bisa mengetahui jika anak mengalami gangguan bicara? Jika anak usia 2 tahun masih belum bisa berbicara, paham perintah tapi tidak bisa mengungkapkan ide sendiri, dan artikulasinya masih tidak jelas, maka anak tersebut mengalami gangguan bicara.

Penyebab salah satu gangguan tumbuh kembang anak ini adalah kurangnya stimulasi yang diberikan orangtua pada anaknya. Jika tidak ditangani dengan terapi bicara ke pusat tumbuh kembang anak, gangguan ini bisa menetap.

 

Celebral Palsy

Gangguan tumbuh kembang lainnya adalah cerbral palsy. Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif yang disebabkan kerusakan pada sel-sel motorik di susunan saraf pusat yang sedang tumbuh.

Sindrom Down

Sindrom down merupakan kondisi di mana dapat dikenali dari fenotipnya. Kecerdasan anak dengan sindrom down ini pun terbatas. Hal ini mengakibatkan jumlah kromosomnya lebih dari 21. Penyebab gangguan perkembangan ini adalah adanya kelainan jantung kongenital, hipotonia berat, atau masalah biologis dan lingkungan yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik serta keterampilan untuk menolong diri sendiri.

 

Autisme

Merupakan sebuah gangguan perkembangan pervasif pada anak dan gejalanya bisa muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Pervasif ini meliputi seluruh aspek perkembangan sehingga gangguannya sangat luas dan berat sampai akhirnya mempengaruhi anak secara mendalam. Anak dengan autisme akan mengalami gangguan perkembangan dalam bidang interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku.

Retardasi Mental

Memiliki gejala IQ yang rendah atau kurang dari 70. Hal ini menyebabkan anak tidak mampu untuk belajar dan beradaptasi pada tuntutan masyarakat.

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

Gangguan tumbuh kembang anak ini di mana anak kesulitan untuk memusatkan perhatian. Seringkali gangguan ini disertai dengan hiperaktivitas atau kondisi anak yang tidak bisa diam atau sangat aktif.

 

Disleksia

Gangguan tumbuh kembang ini merupakan kesulitan belajar khususnya belajar membaca. Namun ada juga yang disertai dengan kesulitan belajar menulis, mengeja, menggunakan kata-kata yang tepat, bingung dengan arah membaca. Gangguan ini disebabkan oleh faktor genetik, bisa juga karena adanya kerusakan otak, dan psikologis berupa gangguan emosional, serta faktor lingkungan.

Jalan Jinjit

Hal yang normal memang jika anak di bawah usia 3 tahun sering berjalan jinjit. Namun jika kegiatan ini bertahan hingga usianya 3 tahun ke atas dan anak tidak bisa berdiri menggunakan telapak kakinya, Anda harus waspada.

Gangguan ini sebenarnya mengarah pada adanya sejumlah masalah, mulai dari cerebral oalsy, keterlambatan perkembangan, bahkan bisa menjadi petunjuk adanya gangguan lebih kompleks seperti autisme.

Jika Anda menemukan gangguan tumbuh kembang pada anak, maka sebaiknya segera membawanya untuk dikonsultasikan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*