Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Anak

Nutrisi untuk tumbuh kembang anak merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, semua kebutuhan dasar nutrisinya harus terpenuhi. Maka sangat penting bagi orangtua untuk memahami pengetahuan tentang gizi anak.

Berikut enam kebutuhan nutrisi dasar yang diperlukan anak untuk memenuhi menu hariannya, agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

1. Protein
Protein bermanfaat untuk membentuk dan memperbaiki jaringan yang rusak. Selain itu, protein sebagai nutrisi serbaguna bagi anak juga dapat membantu dalam proses penggumpalan darah, kontraksi otot, perlawanan terhadap infeksi dan pembentukan struktur tulang gigi dan rambut.
Sejumlah penelitian telah membuktikan, anak yang diberikan makanan yang kaya akan protein, terutama protein hewani, rata-rata memiliki tinggi badan yang normal bahkan lebih tinggi dari anak-anak seusianya. Makanan berprotein tinggi dapat Anda dapatkan dari telur, daging, dan susu.

2. Omega 3
Omega 3 (asam linolenat) merupakan asam lemak esensial yang berperan dalam pembentukan pembungkusan saraf. Nutrisi ini memiliki peran penting untuk kecerdasan otak anak. Omega 3 dipercaya mampu meningkatkan daya ingat sehingga dapat menunjang kegiatan belajar anak. Omega 3 ini dapat Anda peroleh dari ASI, makanan ikan laut seperti salmon dan tuna serta produk susu.

 

3. Kalsium
Kalsium merupakan salah satu zat gizi mikro yang penting untuk pertumbuhan anak. Kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang serta mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Perlu diketahui, kalsium akan terserap dengan baik bila ada vitamin D. Pemenuhan vitamin D bisa didapatkan dari sinar matahari, produk susu dan suplemen. Sumber-sumber makanan yang mengandung kalsium antara lain keju, susu, yoghurrt dan jeruk.

4. Zat Besi
Nutrisi untuk tumbuh kembang anak lainnya bisa didapatkan dari zat besi. Namun sayangnya, kasus yang sering terjadi pada anak adalah kekurangan zat besi. Anak yang kekurangan zat besi bisa mengalami anemia. Anemia inilah yang mengakibatkan perkembangan motorik dan kognitif anak jadi terhambat.

Zat besi juga dibutuhkan dalam pertumbuhan anak. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan di Saharawi yang menyatakan, anak yang mengalami kekurangan zat besi memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak yang asupan zat besinya terpenuhi. Zat besi ini dapat Anda peroleh dari berbagai makanan seperti hati, daging merah, unggas, ikan, sereal dan kacang-kacangan.

5. Serat
Serat merupakan zat gizi yang tergolong karbohidrat kompleks tanpa kalori. Mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup dan frekuensi yang sering atau teratur, dapat mencegah anak terkena penyakit degeneratif atau gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang sering dialami anak seperti obesitas tentu saja akan memengaruhi proses pertumbuhannya. Serat bisa didapatkan dari makanan-makanan seperti kacang-kacangan, brokoli, aplukat, buah pir dan apel, bayam, beras merah dan oatmeal.

6. Antioksidan
Antioksidan merupakan nutrisi untuk tumbuh kembang anak yang tak kalah penting. Antioksidan bermanfaat menangkal kerusakan sel dan jaringan di dalam tubuh serta bisa mencegah anak terkena radikal bebas yang dapat mengakibatkan penyakit degeneratif. Contoh antioksidan di antaranya vitamin A, vitamin C, likopen, selenium, betakaroten dan lutein.

Dalam proses pertumbuhan, nutrisi untuk tumbuh kembang anak satu ini bekerja untuk mencegah anak mengalami obesitas dan penyakit degeneratif lainnya. Contoh makanan yang mengandung antioksidan antara lain buah-buahan (apel, pir, anggur, jeruk, pisang dll.), sayur-sayuran (brokoli, tomat, asparagus, dll.) dan kacang-kacangan (kenari dan almond).

Sumber gambar:
1; ndtvimg.com
2: pinimg.com
3; gourmandelle.com
4: pinimg.com
5: ndtvimg.com
6: parenting.mdpcdn.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*