Penyebab Tumbuh Kembang Anak Lambat

Kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral dapat memengaruhi gangguan serius pada tumbuh kembang anak. Kekurangan ini sering kali diakibatkan karena pola makan yang miskin akan sumber pangan hewani dan buah. Mau tahu apa saja penyebab tumbuh kembang anak lambat lainnya? Simak penjelasannya berikut ini!

Setiap orangtua tentu peduli dengan pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Terlebih bagi Anda yang memiliki anak balita, tentu sangat memperhatikan perkembangan motorik, kognitif dan sosio-emosional anak. Namun, jika Anda merasa bahwa tumbuh kembang anak sedikit lebih lambat dibanding anak lain seusianya, merupakan hal wajar bila Anda merasa khawatir.

Perlu Anda pahami, mengukur pertumbuhan anak dengan tidak hanya melihat dari berat dan tinggi badannya saja. Perkembangan otak dan kemampuan anak lainnya juga merupakan bagian penting dari tumbuh kembang balita. Berikut beberapa penyebab tumbuh kembang anak lambat, di antaranya:

Kurangnya asupan gizi
Kekurangan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) jika tidak segera diatasi sejak dini akan berdampak buruk dalam jangka panjang dan bisa menghambat tumbuh kembang anak. Anak sering kali kekurangan zak gizi mikro berupa kalsium, zat besi zinc, B12, C, dan D. Kekurangan asupan ini biasanya diakibatkan pola makan yang miskin sumber pangan hewani dan buah.

Padahal zat gizi mikro juga memiliki peran penting untuk membantu pertumbuhan tulang, gigi, pembentukan imunitas, tekanan darah dan cairan tubuh serta pengendalian syaraf.

Pola asuh orangtua
Pola asuh orangtua yang kurang tepat juga menjadi penyebab tumbuh kembang anak lambat. Orangtua yang sangat berhati-hati atau protektif bisa memengaruhi perkembangan anak, terutama motoriknya. Misalnya, tidak membiarkan anak bergerak dengan bebas atau terlalu sering menggendong anak terutama pada bayi yang sudah berusia 8 bulan.
Kondisi ini bisa mengakibatkan anak menjadi terlambat merangkak atau berjalan dan bila si kecil terjatuh makan ia akan takut untuk mencobanya lagi. Oleh karena itu, orangtua harus membiarkan anak untuk beraktivitas secara bebas dan tidak terlalu sering menggendong, sebatas tidak membahayakan si kecil.

Kurangnya pengalaman sehari-hari
Penyebab tumbuh kembang anak lambat lainnya adalah tidak ada atau kurangnya pengalaman sehari-hari yang dialami si kecil. Hal ini akan berdampak pada perkembangan motorik anak, baik yang ringan maupun yang signifikan. Bila keterlambatan perkembangan anak ini tidak segera di atasi, maka si kecil cenderung akan mengalami keterlambatan motorik visual, motorik halus dan komunikasinya.



Kurangnya stimulasi pada anak

Keterlambatan perkembangan pada anak bisa disebabkan sedikitnya oleh rangsangan atau stimulasi yang diterima si kecil. Bila saat masih usia dini (balita), si kecil memiliki sedikit kesempatan untuk bergerak atau mengeksplorasi tubuhnya karena kurangnya stimulasi, maka anak tidak akan belajar bagaimana caranya bergerak dengan baik.
Contoh dari kurangnya stimulasi di antaranya memiliki sedikit kesempatan untuk bermain dengan mainannya, jarang terlibat dengan anak-anak lainnya ketika bermain, orangtua jarang mengajak anak berkomunikasi, atau anak jarang diajak bermain secara sosial dan verbal dengam orang dewasa.

Sering jatuh sakit
Bila anak sering jatuh sakit, hal ini akan mengganggu pertumbuhannya. Ketika anak sakit, nafsu makannya akan menurun padahal ia membutuhkan banyak energi untuk membantu masa penyembuhan. Maka, makanan dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya sangat penting diberikan agar si kecil tidak mudah sakit.
Bila ternyata penyebab tumbuh kembang anak lambat akibat kondisi penyakit tertentu, maka Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat dideteksi secara dini dan dapat segera diatasi.

Sumber gambar:
1: parenting.com
2: tesco-baby.com
3: scene7.com
4: pgsitecore.com
5: babycenter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*