Posts Tagged "anak usia dini"

2Jul2018

Generasi Emas Itu Berawal dari Pendidikan Anak Usia Dini. Petuah lama mengatakan bahwa “jika ingin merengkuh bambu maka rengkuhlah dari rebungnya”. Kata-kata ini tepat sekali bahwa ketika kita menginginkan seorang anak atau generasi yang baik kedepannya maka perhatikanlah pendidikan anak di usia dini. Anak usia dini sering disebut juga golden age atau generasi emas.

Secara definisi Pendidikan Anak Usia Dini dapat dipahami sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003).

Dimana pada generasi inilah seharusnya nilai-nilai luhur tentang kehidupan harus ditanamkan. Sebagaimana Friedrich Wilhem August Frobel sang pendiri Kindergarten atau dikenal sebagai Probel School mengatakan bahwa “Anak usia dini diibaratkan seperti tunas tumbuh-tumbuhan, masih memerlukan pemeliharaan dan perhatian sepenuhnya dari si “Juru Tanam”. Probel School merupakan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini pertama di Dunia yang berdiri di Kota Blankerburg, Jerman.

Berdasarkan penjelasan di atas maka tidak heran saat ini pertumbuhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangatlah signifikan. Dimana-dimana sekarang kita lihat bermunculan lembaga PAUD baik yang dilenggarakan oleh pemerintah maupun di bawah yayasan. Ini menunjukkan keseriuasan para pemerhati pendidikan tentang pentingnya pendidikan anak di usia dini.

Adapun secara historis di Indonesia Pendidikan Anak Usia Dini atau sering disingkat PAUD itu sendiri berawal pada masa penjajahan Belanda. Seiring perjalanan waktu keberadaan PAUD mulai diakui oleh pemerintah pada tahun 1950 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 4 tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah. Dimana di dalamnya tertuang bahwa PAUD yang pada saat itu masih diberi nama Taman Kanak-Kanak (TK) termasuk dalam Sistem Pendidikan Nasional. Pada tahun itu jugalah berdiri sebuah organisasi yang disebut Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) tepatnya pada tanggal 22 Mei 1950 (Buku Kerangka Besar Pengembangan PAUD Indonesia Periode 2011-2025, Dirjen PAUDNI, Non Formal dan Informal, Kemendiknas Tahun 2011).

Berawal dari sanalah lembaga PAUD atau TK mulai dirintis sampai ke pelosok Negeri. Saat ini (2017) kita bisa melihat keberadaan PAUD atau TK menjadi perhatian yang luar biasa dari pemerintah dan orang tua yang ditandai dengan semakin besarnya animo masyakat untuk menyekolahkan anaknya masing-masing dan perhatian pemerintah baik dari sisi materil maupun non materil mulai meningkat meskipun terbilang lambat jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Meskipun terbilang lambat namun kita yakin bahwa keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia merupakan titik awal yang baik dalam melahirkan generasi emas dimasa yang akan datang. Generasi emas yang mampu menjadikan sebuah bangsa besar yang patut disegani oleh bangsa lain dimata dunia. Namun semuanya butuh proses. Semua elemen harus berkerja sama dengan baik. Masyarakat, orang tua harus mendukung program pendidikan yang diselenggarakan di sekolah, begitu juga sebaliknya. Karena jelas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa jalur pendidikan itu terbagi menjadi tiga yaitu pendidikan formal, non formal dan informal.

Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Adapun pendidikan non formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang diselenggarakan dilingkungan keluarga. Ketiga jalur tersebut harus saling mengisi, melengkapi dan saling memberikan nilai pendidikan yang luhur sebagai pondasi awal kehidupan anak yang lebih baik.

Jangan mengharapkan anak bisa baik akhlak dan prilakunya ketika orang tua hanya memberikan tanggungjawab dan melepas sepenuhnya kepada sekolah tanpa ada kesadaran dari orang tua tentang pentingnya pendidikan anak dalam keluarga. Begitu juga sebaliknya jangan menuntut banyak kepada sekolah ketika masyarakat tidak bisa menghadirkan lingkungan yang mendukung untuk anak belajar memahami hidup lewat pendidikan  yang ada  lingkungan masyarakat.

Ini penting dipahami mengingat saat ini fungsi keluarga seolah-olah mulai tergeserkan dari fungsi yang sesungguhnya. Orang tua sibuk bekerja namun melupakan tanggung jawabnya sebagi pendidik pertama bagi anak-anak mereka. Masyarakat seolah-olah mulai acuh tak acuh dengan pendidikan bagi anak yang dihadirkan dalam bentuk  lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai positif. Dimana semua itu menjadi bagian dalam pendidikan  bagi anak sebagai generasi emas bangsa.

1Jul2018

Pengertian & Karakteristik Anak Usia Dini. Ada beberapa pengertian atau definisi sehubungan dengan anak usia dini. Berikut ini akan kami sajikan sejumlah pengertian anak usia dini menurut para ahli dan karakteristiknya. Pengertian anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003) dan sejumlah ahli pendidikan anak memberikan batasan 0-8 tahun.

Anak usia dini didefinisikan pula sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya (Mansur, 2005) .

Pada masa tersebut merupakan masa emas (golden age), karena anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat dan tidak tergantikan pada masa mendatang. Menurut banyak penelitian bidang neurologi ditemukan bahwa 50% kecerdasan anak terbentuk pada kurun waktu 4 tahun pertama. Setelah usia 8 tahun, perkembangan otaknya mencapai 80% dan pada usia 18 tahun mencapai 100% (Suyanto, 2005).

Mengacu pada Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14, upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak usia 0-6 tahun tersebut dilakukan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini dapat dilaksanakan melalui pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan anak usia dini jalur formal berbentuk taman kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini jalur nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), sedangkan PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan lingkungan seperti bina keluarga balita dan posyandu yang terintegrasi PAUD atau yang kita kenal dengan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Berbagai pendidikan untuk anak usia dini jalur non formal terbagi atas tiga kelompok yaitu kelompok Taman Penitipan Anak (TPA) usia 0-6 tahun); Kelompok Bermain (KB) usia 2-6 tahun; kelompok SPS usia 0-6 tahun (Harun, 2009).

Dari uraian pengertian anak usia dini menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Pemberian stimulasi tersebut melalui lingkungan keluarga, PAUD jalur non formal seperti tempat penitipan anak (TPA) atau kelompok bermain (KB) dan PAUD jalur formal seperti TK dan RA.

Karakteristik Anak Usia Dini

Kartini Kartono dalam Saring Marsudi (2006: 6) mendiskripsikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut :

1) Bersifat egoisantris naif 

Anak memandang dunia luar dari pandangannya sendiri, sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, dibatasi oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit. Maka anak belum mampu memahami arti sebenarnya dari suatu peristiwa dan belum mampu menempatkan diri ke dalam kehidupan orang lain.

2) Relasi sosial yang primitif 

Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egoisantris naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan anak yang belum dapat memisahkan antara dirinya dengan keadaan lingkungan sosialnya. Anak pada masa ini hanya memiliki minat terhadap benda-benda atau peristiwa yang sesuai dengan daya fantasinya. Anak mulai membangun dunianya dengan khayalan dan keinginannya sendiri.

3) Kesatuan jasmani dan rohani yang hampir tidak terpisahkan 

Anak belum dapat membedakan antara dunia lahiriah dan batiniah. Isi lahiriah dan batiniah masih merupakan kesatuan yang utuh. Penghayatan anak terhadap sesuatu dikeluarkan atau diekspresikan secara bebas, spontan dan jujur baik dalam mimik, tingkah laku maupun pura-pura, anak mengekspresikannya secara terbuka karena itu janganlah mengajari atau membiasakan anak untuk tidak jujur.

4) Sikap hidup yang disiognomis 

Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya, artinya secara langsung anak memberikan atribut atau sifat lahiriah atau sifat konkrit, nyata terhadap apa yang dihayatinya. Kondisi ini disebabkan karena pemahaman anak terhadap apa yang dihadapinya masih bersifat menyatu (totaliter) antara jasmani dan rohani. Anak belum dapat membedakan antara benda hidup dan benda mati. Segala sesuatu yang ada disekitarnya dianggap memiliki jiwa yang merupakan makhluk hidup yang memiliki jasmani dan rohani sekaligus, seperti dirinya sendiri.

Demikian pengertian anak usia dini menurut para ahli dan karakteristiknya. Memahami kedua aspek tersebut akan memudahkan kita dalam menentukan model atau strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat umurnya.

8Jan2018

Pengembangan anak usia dini di masa inilah sangat penting untuk mengajarkan anak berbagai hal positif. Tidak hanya berhubungan dengan fisik, mental, emosinya, tetapi juga sosialnya. Salah satu yang bisa Anda ajarkan pada anak usia dini adalah berempati.

Empati merupakan sebuah rasa yang penting dipelajari semua orang, khususnya dikenalkan pada anak-anak. Dengan empati ini diharapkan anak akan tumbuh menjadi generasi yang tidak mati rasa. Terlebih sekarang ini banyak sekali kejadian yang menunjukkan hilangnya rasa empati pada orang-orang dewasa hingga dicontoh oleh anak-anak.

Anda tentu tidak ingin memiliki anak yang tumbuh tanpa kecerdasan emosional bukan? Atau juga anak yang tumbuh menjadi anak egois, tidak mau tau dengan lingkungan sekitar, bahkan tidak peka dengan perasaan orang lain disekitarnya?

Nah berikut ini beberapa cara untuk mengajarkan anak berempati sedari dini:

Orangtua Sebagai Pemberi Contoh

Orangtua memang menjadi guru pertama bagi anaknya. Dan bisa dibayangkan apa yang terjadi jika Anda sebagai orangtua malah bersikap acuh tak acuh ketika ada pengemis yang menghampiri. Lalu tidak memperdulikan kesulitan orang lain, bahkan suka menyiksa binatang.

Anak akan belajar empati dari orangtuanya. Dan jika Anda mengaharapkan anak untuk memiliki empati maka mulailah memberikan contoh yang baik untuk anak.

Bantu Anak Kenali Emosinya Terlebih Dahulu

Sebelum mengajarkan anak untuk berempati atau mengindentifikasi perasaan orang lain. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah membantu anak mengenali emosinya sendiri. Penting bagi Anda untuk bertanya bagaimana perasaan anak, misalnya saat ia senang, sedih atau marah.

Membantu anak mengenali perasaanya sendiri ini bisa menjadikan pembelajaran bagi anak untuk mengelola emosinya. Selanjutnya anak pun bisa menyesuaikan antara emosi yang disampaikan dengan situasi yang sedang berlangsung.

Salah satu cara untuk membantu anak mengenali perasaannya adalah dengan menunjukkan beberapa foto orang dengan ekspresi berbeda. Bisa juga dengan mengajak anak balita untuk menggambar beberapa ekspresi wajah.

Memiliki Hewan Peliharaan

Sebuah penelitian di Inggris menunjukan jika anak yang memelihara binatang mampu memiliki kemampuan sosial lebih baik. Memelihara binatang ini mampu mengembangkan sisi empati dan kemampuan anak dalam mengasuh. Selain itu, dengan memelihara binatang pun anak diajarkan untuk bertanggungjawab sedari dini.

Libatkan Anak dalam Kegiatan Sosial Yuk

Ajak untuk berkunjung ke kegiatan sosial seperti ke panti asuhan. Biarkan anak mengenal dan melihat kehidupan anak-anak yang kurang beruntung lalu bagaimana dan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka. Melibatkan anak dalam kegiatan sosial akan membuat mereka lebih peka dengan perasaan orang lain.

Tugas yang tidak mudah memang bagi orangtua untuk membesarkan anak agar bisa menjadi generasi yang bermanfaat bagi sekitarnya. Namun dengan memberikan contoh yang baik dan menempatkannya ke dalam lingkungan positif, tugas ini bisa dibuat lebih mudah.

Salah satu cara untuk mengembangkan rasa empati anak pun bisa dengan memasukkannya ke kelompok bermain atau PAUD saat umurnya sudah mencukupi. Di sini anak akan bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak lainnya sehingga bisa mengetahui dan mengenali emosi anak-anak lainnya.

Bagi Anda yang  berdomisili di Bandung dan masih bingung mencari kelompok bermain, maka bisa langsung mengjungi Happy Club. Di Happy Club percaya, saat anak bermain maka dia akan belajar tentang dirinya, belajar tentang lingkungan sekitarnya, dan belajar tentang isi dunia. Bermain juga menjadi waktu untuk mengembangkan dirinya loh.

Happy Club sendiri akan dibuka secara resmi pada 23 Juli 2017 dan anak Anda bisa mendapatkan free trial dalam kelompok bermain di Happy Club. Pastikan pengembangan anak usia dini Anda lebih maksimal dan berjalan dengan baik bersama Happy Club yuk.

 

Sumber gambar:

1: earthporm.com
2: cloudfront.net
3: wp.com
4: http://newmoon.com
5: nebraskacff.files.wordpress.com

2Jan2018

Pengembangan anak usia dini salah satunya terdiri dari aspek fisik. Anak usia dini atau anak berusia antara 0-8 tahun memang harus mendapatkan bimbingan agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Terlebih anak usia dini ini sedang mengalami masa golden age atau masa emas, di mana mereka akan menyerap semua hal untuk mengembangkan tidak hanya fisik tetapi juga mentalnya.

Nah salah satu yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua untuk mendukung momen masa emasnya ini adalah membantu pertumbuhan fisiknya. Salah satu caranya dengan mengajaknya berolahraga. Namun tentu saja olahraga yang dilakukan anak usia dini ini berbeda dengan orang dewasa. Mau tau jenis olahraga apa saja yang cocok dilakukan oleh anak usia dini? Berikut ini daftarnya:

Berjalan dan Berlari

Olahraga ini sangat mudah dilakukan dan sangat sederhana. Anda bisa melakukannya kapan dan di mana saja. Mulai dari berjalan-jalan di taman pada pagi hari, sampai berjalan-jalan di Mall menemani orangtuanya.

Children running

Bergelantungan

Olahraga ini membutuhkan alat bantuan agar anak bisa bergelantungan. Jenis olahraga ini mampu melatih otot tangan dan genggaman anak juga melatih tubuh bagian belakangnya. Namun pastikan Anda mengawasi anak saat melakukan olahraga ini karena bisa berbahaya saat anak terjatuh dari pegangannya.

Melompat

Anak mana sih yang tidak suka melompat-lompat, apalagi melompat di kasur! Ternyata melompat bisa menjadi alternatif pilihan jenis olahraga yang baik untuk menunjang fisik anak loh. Dengan melompat, maka anak akan melatih kekuatan otot bagian kaki. Namun pastikan anak melompat di tempat yang aman ya.

Menendang, Menangkap, dan Melempar Bola

Anda bisa mengajarkan anak untuk menendang dan melempar bola ke suatu titik tertentu. Kegiatan olagraga ini mampu melatih ketangkasan dan keakuratan anak. Selain itu, anak pun bisa dilatih untuk berpikir cepat dan tanggap.

Bersepeda

Berikan sepeda yang sesuai dengan usianya. Melalui bersepeda anak bisa belajar melatih otot kaki dan kecermatannya dalam mengukur sesuatu. Anak-anak juga akan dilatih dalam hal kewaspadaannya.

Berenang

Anak pasti suka main air! Dan Anda bisa mengajaknya berenang di mana dia bisa bermain air sambil belajar. Berenang mampu melatih pernapasan dan otot tubuhnya. Selain itu, berenang juga bisa menyembuhkan anak dengan penyakit asma loh.

Senam untuk Anak

Selain melatih kelenturan tubuhnya. Senam juga bisa bisa melatih keseimbangannya sehingga anak memiliki tubuh yang kokoh dan kuat.

Menari

Hampir semua anak menyukai menari. Dan jika anak berani menari di depan umum bisa menandakan rasa percaya dirinya baik loh. Melalui menari, anak juga bisa melatih kelenturan tubuh serta keseimbangan tubuhnya. Mulai sekarang tidak ada salahnya bukan untuk menyetel musik di rumah dan mengajak anak menari bersama.

Children playing in the park

Kegiatan olahraga untuk anak pun bisa Anda temukan saat memasukkan mereka ke sebuah kelompok bermain loh. Di kelompok bermain ini, anak tidak hanya akan dikenalkan dengan alam dan lingkungan, tetapi juga diajak beraktivitas yang bisa membantu pertumbuhan fisiknya.

Salah satu kelompok bermain yang bisa Anda pilih, khususnya yang berdomisili di Bandung adalah Happy Club. Happy Club merupakan pusat pengembangan anak dengan fokus utama pada pengembangan karakter dan kecerdasan majemuk untuk anak usia dini.

Adapun pendidikan karakter yang diterapkan oleh Happy Club adalah olah hati, olah rasa, dan olahraga. Sedangkan untuk pengembangan kecerdasan majemuknya, meliputi ; kecerdasan bahasa, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan gerak tubuh, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan spiritual.

Happy Club akan resmi di buka pada 23 Juli 2017, di mana Anda bisa mendapatkan free trial untuk kelompok bermainnya loh. Untuk info lebih lanjut dan konsultasi seputar pengembangan anak usia dini, Anda bisa mengunjungi www.happyclub.id.

Sumber gambar:

1: http://myhealthoc.org
2: alicdn.com
3: http://restoreclinique.ie
4: timeout.com
5: cdn.com
6: http://cf.ltkcdn.net
7: jumpforjoycda.com

17Dec2017

Pengembangan anak usia dini yang bisa dikatakan tahapan paling penting adalah, apakah anak sudah bisa berbicara atau belum? Apakah kosa kata yang dimilikinya sudah banyak sesuai dengan usianya atau belum? Perkembangan bahasa dan bicara anak ini menjadi indikator apakah tumbuh kembang anak berjalan baik atau tidak.

Umumnya anak usia dua tahun sudah bisa berbicara dengan jelas walaupun kosa katanya masih sedikit dan sering tertukar. Dan ketika anak usia tiga tahun masih belum bisa bicara dengan jelas, maka dicurigai mengalami masalah keterlambatan bicara.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajari anak usia dua tahun untuk berbicara:

Ajari Mereka Kata Baru Setiap harinya
Mengajarkan kata-kata baru setiap harinya terlihat mudah memang. Namun Anda harus memilih kata apa saja yang harus diperkenalkan pada anak setiap harinya loh.

Cara mengajarkan kata-kata baru ini pun cukup mudah. Anda cukup menunjuk suatu objek dan mengatakan benda apa itu lalu ceritakan sedikit mengenai benda tersebut. Lalu mintalah anak untuk mengulangi benda apa yang baru saja Anda perkenalkan.

Membacakan Buku pada Mereka Yuk
Tidak hanya pada anak usia dua tahun, membacakan buku saat masih bayi pun bisa membantu mengembangkan kemampuan berbahasanya loh. Membacakan buku membantu mengembangkan otaknya dan keahlian berbicara serta berkomunikasi. Selain itu, dengan membacakan buku juga bisa menjalin hubungan lebih dekat dengan orangtuanya.

Jangan Biarkan Anak Bicara dengan Nada Merengek
Anak bicara dengan nada merengek? Jangan sampai Anda membiarkannya dan menjadi kebiasaan. Katakan pada anak untuk berbicara dan mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya dengan nada normal. Membiasakan anak berbicara dengan nada normal ini membantu mereka agar bisa berkomunikasi lebih baik lagi dengan orang lain.

Jadilah Contoh yang Baik untuk Anak

Anak akan mencontoh apa yang orangtua lakukan. Walaupun anak mendapatkan pelajaran yang baik di lingkungannya, namun jika orangtua melakukan hal yang tidak benar maka akan dicontohnya. Untuk itu jagalah perkataan Anda, dan bicaranya seperti Anda ingin anak berbicara serta berkomunikasi dalam kehidupan kesehariannya.

Mengajarkan anak untuk berbicara juga bisa dilakukan dengan memasukkan mereka ke sebuah kelompok bermain. Di sini mereka akan menemukan kata-kata baru, saling berinteraksi, dan tentu saja berkomunikasi sehingga mengembangkan tidak hanya kemampuan berbahasa tetapi juga keahlian bersosialisasinya.

Umur berapa sebenarnya bisa memasukkan anak ke kelompok bermain? Anak usia dua tahun sudah bisa dimasukkan ke kelompok bermain. Asalkan kelompok bermainnya benar-benar berkualitas, mulai dari lingkungan sekolahnya, cara mengajar, hingga pengajarnya.

Melalui kelompok bermain ini anak bisa belajar mengenal alam dan lingkungannya. Kreatifitas anak pun bisa dikembangkan dengan bimbingan dari pengajarnya. Salah satu kelompok bermain yang bisa menjadi pilihan Anda, khususnya yang tinggal di Bandung adalah Happy Club.

Happy Club sendiri merupakan pusat pengembangan anak dengan fokus utama pada pengembangan karakter dan kecerdasan majemuk untuk anak-anak usia dini. Happy Club mengembangkan karakter dan kecerdasan majemuk anak ini melalui aktifitas bermain sehingga belajar bisa lebih menyenangkan.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan karakter dan kecerdasan anak bersama Happy Club maka ada kabar baiknya nih. Happy Club yang akan dibuka secara resmi pada 23 Juli 2017 ini mengadakan free trial loh. Memberikan kesempatan bagi Anda untuk melihat apakah anak cocok dengan kelompok bermain Happy Club atau tidak.
Pengembangan anak usia dini sangatlah penting untuk itu jangan sampai Anda menyia-nyiakan momen golden age mereka ya. Dan Happy Club hadir untuk membantu Anda mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin dengan cara yang menyenangkan. Info lebih lanjut bisa langsung kunjungi happyclub.id.

Sumber gambar:
1: parentmap.com
2: mrssrs.com
3: pinimg.com
4: growingyourbaby.com
5: einsteinbox.in

19Jul2017

Kelompok bermain Bandung yang mengadaptasi pendidikan di Finlandia? Siapa yang tidak mengenal bagaimana suasana dan sistem pendidikan di Finlandia? Bagi yang belum tahu, sistem pendidikan di Finlandia sekarang ini menjadi sistem pendidikan terbaik di Bandung.

Pendidikan di Finlandia mengedepankan pengembangan karakter melalui bermain sambil belajar. Menjadikan kegiatan belajar lebih menyenangkan lagi dan tentu saja lebih diterima oleh para muridnya. Dan kini di Bandung, telah hadir HappyClub yang akan menjadi sahabat para orangtua dalam mengembangkan kecerdasan dan karakter anak-anaknya, khususnya di anak usia dini.

Undangan Menghadiri Opening HappyClub

HappyClub sendiri akan mengadakan event “Scavenger Hunt” di mana anak-anak dan orangtua akan diajak untuk berburu harta tersembunyi. Event ini tidak hanya mengajak bermain anak tetapi juga mengasah kecerdasannya. Bagi Anda yang berminat untuk menghadiri acara ini, bisa langsung melakukan 4 langkah di bawah ini untuk dapatkan undangannya.. psst peserta terbatas loh jadi siapa cepat dia dapat! Berikut cara untuk mendapatkan undangannya:

  1. Follow instagram @happyclub.id
  2. Like FB page @happyclub.id
  3. Memiliki anak usia 2-6 tahun
  4. Kemudian DM no. WA

Acara ini free namun tetap harus memiliki undangannya. Tidak hanya bermain sambil mengasah kecerdasan. Di acara ini pun para orangtua bisa berdiskusi dengan konsultan HappyClub mengenai pendidikan anak usia dini.

Jangan lupa untuk menggunakan dress code ala Indian dan berfoto seru di photobooth ala Indian HappyClub. Ajak juga teman dan keluarga ya agar bisa memberikan pendidikan anak usia dini terbaik untuk buah hatinya. Tersedia juga berbagai hadiah menarik bagi pemenang game di event “Scavenger Hunt” ini.

Apa Itu HappyClub

Happy Club hadir sebagai pusat pengembangan karakter dan potensi anak usia dini. Di HappyClub ini selain tersedia kelompok bermain atau diberi nama Happytribe, juga menyediakan fasilitas tes analisis sidik jari dinamakan Happyfinger.

Bagi yang belum mengetahui mengenai apa itu tes analisis sidik jari. Tes ini bisa dikatakan sangat penting dan bermanfaat untuk mendukung pendidikan anak. Melalui tes analisis sidik jari ini bisa diketahui apa yang menjadi potensi dan bakat anak, karakter, hingga gaya belajarnya. Ketika Anda sebagai orangtua telah mengetahui apa yang menjadi potensi, apa yang menjadi kelebihan dan kelemahannya serta bagaimana gaya belajarnya tentu akan lebih memudahkan dalam membimbing anak.

Sedangkan Happytribe merupakan kelompok bermain untuk anak usia 2-6 tahun dan fokus pada pembentukan karakter serta pengembangan kecerdasan majemuknya. Membimbing anak untuk tumbuh menjadi sosok dengan karakter yang baik.

Di HappyClub percaya, saat anak bermain, sesungguhnya mereka itu sedang mempelajari bagaimana caranya belajar. Saat anak-anak bermain, mereka sebenarnya sedang belajar tentang dirinya, belajar tentang lingkungan sekitarnya, dan belajar tentang isi dunia.

Bermain menjadi waktu untuk mengembangkan diri. Dan sebagai orangtua serta guru harus tetap ingat, jika kewajiban kita adalah memberi anak kesempatan untuk bermain bebas seluas-luasnya dalam lingkungan yang aman serta mendukung.

Apakah Anda sebagai orangtua setuju jika kegiatan bermain ini memang sebagai ajang belajar bagi sang anak? Bagi Anda yang tertarik untuk memasukkan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan HappyClub, bisa langsung menghubungi 081394380935. Dan jangan lupa untuk mengikuti acara opening HappyClub di D’Fun Station, Singgasana Pradana, Mekarwangi Bandung dan berburu bersama harta yang tersembunyi.

 

Sumber gambar:

1: http://www.eatright.org

2: http://www.foundationsacademies.com

3: parenting. com

4: http://www.frogstreet.com

5Jul2017

Anak usia dini dan gadget, aman tidak ya? Sekarang ini teknologi semakin canggih bahkan bayi pun sudah diperkenalkan dengan gadget. Namun apakah pengenalan gadget sedari dini ini aman untuk anak Anda?

Sebetulnya ada sisi negatif dan postif dari memperkenalkan gadget sedari dini pada anak. Dan berikut daftar dampak negatif saat anak diberikan gadget:

Kecanduan

Ketika anak sudah diperkenalkan dengan gadget sedari dini maka kemungkinan besar anak akan kecanduan. Hal ini tentu akan mempengaruhi perkembangan fisik serta motorik anak. Anak akan terus bermain gadget dan mereka pun bisa susah diajak makan serta istirahat.


Bahaya Radiasi

Alat elektronik termasuk gadget biasanya menimbulkan radiasi di layarnya. Radiasi bisa mempengaruhi pada perkembangan organ tubuh anak yang belum matang. Efek negatif dari radiasi ini memang tidak akan langsung terlihat dan baru muncul di kemudian hari. Gangguan otak, hati, dan mata bisa terjadi akibat radiasi gadget ini.

Obesitas

Ketika anak sudah kecanduan gadget maka ia akan malas melakukan aktivitas lain, termasuk bermain bersama temannya di luar rumah. Anak yang asik bermain gadget dan tidak mau bergerak maka terancam terkena obesitas.

Susah Tidur

Anak yang sudah kecanduan gadget akan sulit untuk melepaskan tangannya dari gadget. Ketika jam tidur tiba, mereka pun akan sulit diajak untuk tidur. Akibatnya tentu saja anak akan kurang jam tidurnya sehingga bisa memicu penyakit. Ketika anak kurang tidur pun bisa mengganggu kegiatan sekolahnya bahkan nilai-nilainya.

Anti Sosial

Gadget membuat anak asik sendiri dan melupakan aktivitas bermain dengan teman-temannya. Lama kelamaan anak akan lebih memilih untuk bermain gadget di dalam rumah dan tidak mau bersosialiasi. Jika hal ini terus dibiarkan, saat dewasa anak pun akan sulit untuk bersosialisasi.

Dampak Positif

Dibalik dampak negatif dari sebuah gadget, ternyata masih menyimpan beberapa dampak positif bagi perkembangan anak loh. Asalkan penggunaan gadget ini dibatasi dan tidak berlebihan. Mau tau apa saja dampak positif dari memperkenalkan gadget pada anak? Ini dia daftarnya:

 

Melatih Motorik

Ketika anak diajarkan untuk mengoperasikan gadget, baik itu keyborad atau menggerak-gerakkan layar juga mouse. Maka hal ini sama efektifnya ketika anak diajarkan melukis dan menggambar. Memperkenalkan gadget pada anak artinya Anda membantu melatih motorik anak.

Selain itu, koordinasi gerak anak pun semakin terlatih. Baik itu mata dan tangannya bisa terkoordinir dengan baik. Latihan ini bisa membantunya terlatih dalam menangkap bola, bermain musik, dan lainnya.

Sebagai Media Pembelajaran

Gadget bisa menjadi media pembelajaran yang positif bagi anak. Anda bisa menginstal beberapa permainan yang mendidik atau bahkan cerita dan mengaji Al Quran. Gadget akan menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, namun tetap harus dibatasi penggunaannya.

Namun bersosialisasi dengan teman-temannya tetap menjadi pilihan terbaik untuk tumbuh kembang anak. Untuk itu tidak ada salahnya memasukkan anak ke sebuah kelompok bermain saat usianya sudah cukup. Di kelompok bermain ini anak bisa melupakan tentang gadget dan asik belajar sambil bermain dengan teman-temannya. Pastikan untuk memilih kelompok bermain yang baik dan tidak membuat anak stres.

Anak usia dan gadget tidak semuanya buruk. Ada hal-hal positif yang bisa Anda manfaatkan dari gadget tersebut. Asalkan Anda memberikan batasan dalam waktu pemakaian dan apa saja yang anak mainkan dalam gadget tersebut.

 

Sumber gambar:

1: http://www.freemake.com

2: http://www.teluguone.com

3: http://www.freemake.com

4: www.themalaysiantimes.com

5; http://greateasternappliances.com

6: pinimg.com

7: pakarmainan.com

8; http://www.femalefirst.co.uk

9; https://www.verywell.com

10; http://geb.ebay.com/

 

20Jun2017

http://miamipartyeventplanner.com

Analisa sidik jari di Bandung sekarang ini memang masih sedikit. Jumlahnya tempat yang menyediakan tes analisa sidik jari di Bandung ini pun menjadikan para orangtua, dan mungkin termasuk Anda, berpikir harga tes ini sangat mahal. Padahal kenyataannya ada tempat tes analisa sidik jari di Bandung menawarkan harga cukup terjangkau.

 

Happy Club, sebuah tempat kelompok bermain yang fokus pada perkembangan potensi dan bakat ini menyediakan paket tes analisa sidik jari di Bandung bernama Happyfinger. Di Happy Club ini, Anda bisa memilih beberapa paket tes analisa sidik jari di Bandung sesuai dengan budget dan kebutuhan.

 

Harga paket tes analisa sidik jari di Bandung di Happyfinger Happy Club ini beragam. Ada paket group A senilai Rp 250.000, ada juga paket group B senilai Rp 300.000, dan ada paket group C senilai Rp 400.000. Setiap paketnya menawarkan kelebihan masing-masing namun semuanya sudah memberikan manfaat lebih untuk menunjang bakat sang anak.

parents.mdpcdn.com

Kenapa Harus Mengikuti Tes Analisa Sidik Jari

Tes analisa sidik jari memungkinkan Anda untuk mengetahui lebih dini apa yang menjadi minat dan bakat anak. Ketika Anda mengetahui minat dan bakat anak lebih dini, maka Anda bisa membantu mengembangkan bakat serta minatnya tersebut. Anda juga bisa membantu anak untuk lebih fokus dalam hal pendidikannya karena sudah mengetahui profesi yang tepat untuknya apa.

Bukan hanya itu, di bawah ini juga beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan sebagai orangtua setelah anak mengikuti tes analisa sidik jari:

  • Orangtua dapat membimbing anak dalam belajar dan memilih kurikulum belajar yang lebih baik
  • Melalui tes analisis sidik jari ini juga orangtua bisa mengetahui seperti apa gaya belajar anak sehingga proses belajar lebih efektif lagi
  • Mengetahui potensi anak, baik itu kekuatannya juga kelemahannya
  • Membantu anak untuk lebih menajamkan keterampilan dan bakatnya
  • Mengembangkan neurologis anak sehinga anak bisa berkembang sempurna sedari dini

http://pbskids.org

Berikut ini manfaat tes analisa sidik jari bagi anak:

  • Bisa mengidentifikasi karakteristik dan gaya belajarnya
  • Mengidentifikasi talenta dan juga kelemahannya
  • Bisa membantu merancang mod
  • Mercancang pembelajaran khusus untuk sang anak
  • Mengurangi biaya dan waktu untuk program khusus karena Anda sudah mengetahui bakat anak apa
  • Percaya diri anak meningkat
  • Hubungan dengan orangtua lebih meningkat
  • Masa kanak-kanak lebih bahagia karena tidak perlu dipaksa belajar yang tidak sesuai dengan gaya belajarnya

zmescience.com

Tes Analisa Sidik Jari Dapat Dipercaya

Ilmu yang mempelajari sidik jari bernama Daktiloskopi dan berasal dari bahasa Yunani yaitu Dactylos. Artinya jari jemari dan scopien yang artinya mengamati. Tes analisis sidik ini sendiri merupakan metode berlandaskan dermatoglyphic, sebuah ilmu pengetahuan yang usianya sudah ratusan tahun.
Dermatoglyphic sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya, derma (kulit) dan gylphy (ukiran). Ilmu pengetahuan ini berdasarkan teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari jemari, telapak tangan dan kaki). Ilmu ini sangat kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.

 

Jika Anda tertarik untuk membawa anak mengikuti tes analisa sidik jari di Bandung maka bisa mengajaknya ke Happy Club. Untuk informasi lebih jelas, Anda bisa langsung mengjungi www.happyclub.id.

16Jun2017

Minat anak usia dini ternyata dapat diketahui dengan mudah loh. Mengetahui minat anak usia dini  sangatlah penting. Karena bisa membantu para orangtua untuk membimbing anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Orangtua bisa membimbing anak lebih fokus lagi akan masa depannya, termasuk mengenai masalah pendidikannya.

Sebelum mencari tahu bagaimana cara melihat minat anak usia dini, alangkah baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu perbedaan minat dan bakat. Berhubung tidak sedikit orangtua yang menganggap minat dan bakat adalah satu hal yang sama.

Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki anak dan bersumber dari dalam diri anak tersebut. Biasanya bakat tersebut diturunkan oleh kedua orangtuanya. Namun ada juga anak yang memiliki bakat alami. Sedangkan minat, adalah kecendrungan anak terhadap sesuatu hal atau bisa dikatakan minat merupakan hal yang disenangi anak.

 

Dan berikut ini 5 cara untuk mengetahui minat anak usia dini:

http://www.doctorlimerick.ie

Biarkan Anak Mengeksplorasi Kemampuannya

Berikan kebebasan pada anak untuk mencoba berbagai hal. Cara ini bisa membantu anak mencaritahu sebenarnya apa yang dia sukai.  Dari cara ini Anda bisa mengetahui bakat dan minatnya.

Memberikan ruang pada anak untuk bereksplorasi pun bisa membantu tumbuh kembang serta psikologisnya. Mengingat terlalu menekan dan membatasi aktivitas anak tidak baik bagi perkembangannya serta menghalangi anak untuk mengeksplor kemampuannya.

http://www.eatright.org

Mengamati Kebiasaan dan Kesenangan Anak

Apa yang menjadi kesenangan si anak dalam aktivitas kesehariaannya? Apakah dia menyukai permainan musik? Suka membaca atau bahkan memasak? Dengan mengamati hal apa yang disenangi anak bisa berarti anak memiliki bakat dan minat lebih pada hal tersebut.

https://vitebsk.biz

Membiarkan Anak Bersosialisasi dengan Teman Sebayanya

Banyak orangtua yang lebih memilih “mengurung” anak di rumah dibandingkan bermain bersama teman sebayanya. Padahal kegiatan bermain ini bisa membantu si kecil lebih berkembang lagi. Anak pun bisa lebih mengekslpor minatnya dan tentu saja mengasah keterampilannya dalam bersosialisasi.

Membiarkan anak bermain di luar rumah sekarang ini memang agak berbahaya. Namun Anda tetap bisa membiarkan anak bermain di luar rumah dengan cara mengawasinya.

 

https://blog.parentlane.com

Bangun Komunikasi Positif dengan Anak

Berikan perhatian pada anak merupakan hal yang penting. Namun jangan terlalu memanjakannya tapi jangan juga mengabaikannya. Berikan anak perhatian yang selayaknya, salah satunya dengan selalu berkomunikasi positif.

Seperti apa komunikasi positif itu? Orangtua selalu memberikan kata-kata yang baik, tidak menghina, menyalahkan apalagi membuat rasa percaya dirinya turun. Tanyakanlah pada anak mengenai apa cita-citanya lalu dukung anak untuk mendapatkan apa yang dicita-citakannya tersebut.

http://www.nomblog.com

Menempatkan Anak dalam Posisi Terdesak

Percaya atau tidak, dengan menempatkan anak dalam posisi terdesak ternyata bisa mengeluarkan apa yang menjadi minatnya selama ini loh. Posisi terdesak di sini misalnya, memberikan PR pada sang anak namun harus dikerjakan dalam waktu singkat. Bisa juga dengan mengajak anak berpetualang dan menguji mental sang anak sehingga potensinya pun bisa terlihat sedikit demi sedikit.

 

Jika Anda masih ragu akan minat anak walaupun sudah mencoba mencari tahunya sendiri. Maka Anda bisa juga menggunakan cara lain dalam mengetahui minat anak usia dini. Salah satunya dengan menggunakan analisa sidik jari.

Tes analisia sidik jari yang dilakukan pada anak ini akan membantu Anda mengetahui bukan hanya minat tetapi juga karakter anak sampai bagaimana cara belajar sang anak. Melalui hasil tes analisa sidik jari ini, Anda bisa mengetahui dengan tepat apa sebenarnya minat sang anak.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui minat anak usia dini dengan menggunakan analisa sidik jari, maka bisa loh mengunjungi Happy Club, sebuah pusat pengembangan karakter dan potensi anak usia dini di www.happyclub.id.

11Jun2017

Kelompok bermain anak usia dini, ini sendiri ditujukan untuk anak usia 2-6 tahun. Memiliki tujuan untuk membantu tumbuh kembang jasmani dan rohani anak sehingga lebih siap memasuki pendidikan dasar. Hal ini juga didukung dengan pernyataan UNESCO yang mengharuskan anak mengecap pendidikan pra-sekolah semata bertujuan agar anak siap memasuki lingkungan sekolah.

Lingkungan Kelompok bermain anak usia dini sendiri tentu berbeda dengan lingkungan keluarga dan lingkungan rumah. Misalnya saat berada di rumah, anak hanya bermain dan berhadapan dengan kakak atau adiknya. Sedangkan di Kelompok bermain anak usia dini, anak akan berhadapan dengan teman-teman dan orang lain yang karakternya lebih beragam.

Bahkan dalam sebuah penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar, akan lebih mudah beradaptasi. Sang anak pun bisa terhindar dari stres karena harus menghadapi lingkungan sekolah, di mana nantinya dia akan bertemu dengan banyak karakter baru.

Tidak heran jika pendidikan yang diajarkan di Kelompok bermain anak usia dini ini lebih ke arah pemberian rangsangan (stimulasi) untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan juga kematangan motorik anak.

Kegiatan belajarnya pun kebanyakan bermain. Mengingat melalui permainan ini anak-anak akan diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Anak-anak juga akan mempelajari hal-hal baru yang akan menjadi bekal saat memasuki pendidikan dasar di kemudian hari.

Melalui Kelompok bermain anak usia dini ini juga, anak-anak akan dibimbing agar pribadi, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat, dan ketrampilannya bisa berkembang optimal. Selain itu, anak juga akan dilatih kemandiriannya, dikembangkan kemampuan emosionalnya, koginitif, bahasa, fisik dan motorik, seni hingga bisa beradaptasi terhadap lingkungannya.

Berikut beberapa manfaat lainnya dari memasukkan anak ke Kelompok bermain anak usia dini:

http://www.scholastic.com

Belajar Displin

Saat berada di dalam Kelompok bermain anak usia dini,anak-anak tentu harus mengikuti aturan yang ada. Misalnya untuk tidak berebut mainan, duduk saat makan, belajar mengantri dan lainnya. Hal-hal kedisiplinan seperti ini belum tentu anak dapatkan di lingkungan rumahnya. Melalui Kelompok bermain anak usia dini, anak bisa diajarkan untuk lebih disiplin sehingga disiapkan menjadi pribadi yang lebih baik.

http://thelittleworldacademy.org

Membantu Pembentukan Struktur Otak Anak

Saat anak memasuki usia 3-5 tahun, pertumbuhan otaknya mencapai 90% dari ukuran otak saat dewasa nanti. Hal ini menjadikan tahun-tahun pertamanya menjadi masa kritis bagi anak. Mengingat pengalaman yang mereka dapatkan di tahun-tahun ini akan memberikan efek jangka panjang di masa depannya loh! Dan dengan memasukkan anak ke Kelompok bermain anak usia dini ini bisa membantunya dalam pembentukan struktur otak anak sehingga berkembang lebih baik lagi.

ministry-to-children.com

Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Melalui Kelompok bermain anak usia dini, anak-anak akan ditingkatkan lagi percaya dirinya. Umumnya para fasilitator akan menghargai apapun hasil kerja sang anak sehingga bisa memberikan efek positif. Salah satunya rasa percaya dirinya yang meningkat. Ketika rasa percaya diri anak meningkat, otomatis bisa mempengaruhi nilai akademis dan semua aspek kehidupannya kelak.

kidspot.com.au

Jika Anda menginginkan sang anak lebih siap lagi dalam menghadapi pendidikan dasar, dan lebih mengembangkan rasa percaya diri, serta potensi lainnya. Maka tidak ada salahnya memasukkan si kecil ke kelompok bermain anak usia dini. Namun satu hal yang penting diingat adalah, jangan salah pilih kelompok bermain! Pastikan kelompok bermain yang dipilih kegiatan belajarnya bersifat menyenangkan dan tidak membebani anak. Sebagai referensi, anda dapat mempelajari program kelompok bermain anak usia dini disini.