Posts Tagged "Kecerdasan Majemuk"

11Jun2017

Kelompok bermain anak usia dini, ini sendiri ditujukan untuk anak usia 2-6 tahun. Memiliki tujuan untuk membantu tumbuh kembang jasmani dan rohani anak sehingga lebih siap memasuki pendidikan dasar. Hal ini juga didukung dengan pernyataan UNESCO yang mengharuskan anak mengecap pendidikan pra-sekolah semata bertujuan agar anak siap memasuki lingkungan sekolah.

Lingkungan Kelompok bermain anak usia dini sendiri tentu berbeda dengan lingkungan keluarga dan lingkungan rumah. Misalnya saat berada di rumah, anak hanya bermain dan berhadapan dengan kakak atau adiknya. Sedangkan di Kelompok bermain anak usia dini, anak akan berhadapan dengan teman-teman dan orang lain yang karakternya lebih beragam.

Bahkan dalam sebuah penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar, akan lebih mudah beradaptasi. Sang anak pun bisa terhindar dari stres karena harus menghadapi lingkungan sekolah, di mana nantinya dia akan bertemu dengan banyak karakter baru.

Tidak heran jika pendidikan yang diajarkan di Kelompok bermain anak usia dini ini lebih ke arah pemberian rangsangan (stimulasi) untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan juga kematangan motorik anak.

Kegiatan belajarnya pun kebanyakan bermain. Mengingat melalui permainan ini anak-anak akan diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Anak-anak juga akan mempelajari hal-hal baru yang akan menjadi bekal saat memasuki pendidikan dasar di kemudian hari.

Melalui Kelompok bermain anak usia dini ini juga, anak-anak akan dibimbing agar pribadi, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat, dan ketrampilannya bisa berkembang optimal. Selain itu, anak juga akan dilatih kemandiriannya, dikembangkan kemampuan emosionalnya, koginitif, bahasa, fisik dan motorik, seni hingga bisa beradaptasi terhadap lingkungannya.

Berikut beberapa manfaat lainnya dari memasukkan anak ke Kelompok bermain anak usia dini:

http://www.scholastic.com

Belajar Displin

Saat berada di dalam Kelompok bermain anak usia dini,anak-anak tentu harus mengikuti aturan yang ada. Misalnya untuk tidak berebut mainan, duduk saat makan, belajar mengantri dan lainnya. Hal-hal kedisiplinan seperti ini belum tentu anak dapatkan di lingkungan rumahnya. Melalui Kelompok bermain anak usia dini, anak bisa diajarkan untuk lebih disiplin sehingga disiapkan menjadi pribadi yang lebih baik.

http://thelittleworldacademy.org

Membantu Pembentukan Struktur Otak Anak

Saat anak memasuki usia 3-5 tahun, pertumbuhan otaknya mencapai 90% dari ukuran otak saat dewasa nanti. Hal ini menjadikan tahun-tahun pertamanya menjadi masa kritis bagi anak. Mengingat pengalaman yang mereka dapatkan di tahun-tahun ini akan memberikan efek jangka panjang di masa depannya loh! Dan dengan memasukkan anak ke Kelompok bermain anak usia dini ini bisa membantunya dalam pembentukan struktur otak anak sehingga berkembang lebih baik lagi.

ministry-to-children.com

Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Melalui Kelompok bermain anak usia dini, anak-anak akan ditingkatkan lagi percaya dirinya. Umumnya para fasilitator akan menghargai apapun hasil kerja sang anak sehingga bisa memberikan efek positif. Salah satunya rasa percaya dirinya yang meningkat. Ketika rasa percaya diri anak meningkat, otomatis bisa mempengaruhi nilai akademis dan semua aspek kehidupannya kelak.

kidspot.com.au

Jika Anda menginginkan sang anak lebih siap lagi dalam menghadapi pendidikan dasar, dan lebih mengembangkan rasa percaya diri, serta potensi lainnya. Maka tidak ada salahnya memasukkan si kecil ke kelompok bermain anak usia dini. Namun satu hal yang penting diingat adalah, jangan salah pilih kelompok bermain! Pastikan kelompok bermain yang dipilih kegiatan belajarnya bersifat menyenangkan dan tidak membebani anak. Sebagai referensi, anda dapat mempelajari program kelompok bermain anak usia dini disini.

11Jun2017

Cara menstimulasi perkembangan anak usia dini penting untuk diketahui para orangtua loh! Mengingat perkembangan anak di usia dini sangat penting karena bisa mempengaruhi kepribadian anak di masa depan nanti.

Anak usia dini bisa dikatakan usia yang rawan dan rentan terhadap berbagai pengaruh dari luar.

Bagi Anda yang ingin memiliki anak sehat dan cerdas, kuncinya adalah satu! Stimulasi!

Bahkan hal ini disepakati oleh para pakar kesehatan bahwa tidak ada cara lain untuk menggantikan stimulasi dalam mencerdaskan anak.

Anak dalam usia pertumbuhan ini membutuhkan stimulasi sehingga bisa membantu perkembangan motorik dan kecerdasannya. Stimulasi dini ini pun jangan sampai telat diberikan atau bahkan terlewat, mengingat usia dini merupakan golden period atau masa keemasan. Biasa disebut juga jendela kesempatan, di mana anak akan mengalami masa pembelajaran dan pengkayaan. Momen ini menjadi masa yang sangat peka bagi otak anak dalam menerima berbagai rangsangan pertumbuhan dan perkembangannya.

kindercare.com

Apa Pentingnya Stimulasi?

Stimulasi mampu menghubungkan antara satu saraf dengan saraf lainnya. Stimulasi penting keberadaannya mengingat otak terdiri dari jutaan saraf. Dengan stimulasi ini, kelak saat anak memasuki usia sekolah, otaknya bisa lebih mudah menerima dan menyimpan pesan.

Stimulasi ini sendiri merupakan kegiatan merangsang agar anak tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. Stimulasi ini pun harus dilakukan dengan benar, sesuai dengan kelompok umur anak, dan teratur.

ipcdigital.co.uk/

Siapa Saja yang Boleh Melakukan Stimulasi pada Anak?

Orang-orang terdekat bisa melakukan stimulasi pada anak. Mulai dari orangtua, keluarga, pengasuh, hingga pendidiknya. Namun sekali lagi, orang-orang itu haruslah orang terdekat! Karena orang terdekat biasanya akan menunjukkan perilaku yang baik serta dilandasi rasa kasih sayang.

raisesmartkid.com

Bagaimana Cara Menstimulasi Anak Usia Dini?

Anda bisa melakukan stimulasi pada anak usia dini pertama-tama dengan dilandasi rasa penuh cinta dan kasih sayang. Membelainya, menciumnya, semua rasa kasih sayang yang Anda curahkan pada sang anak ini walaupun sederhana namun memberikan efek stimulasi yang besar loh!

Anda juga bisa memberikan perilaku yang baik pada anak. Mengingat anak akan meniru hampir semua tingkah laku orang-orang terdekatnya.

Cara lainnya lagi adalah dengan mengajaknya bermain, bernyanyi, dan aktivitas menyenangkan lainnya. Pastikan Anda tidak pernah memaksa bahkan menghukumnya, yah!

Stimulasi ini juga harus disesuaikan dengan usianya. Misalnya saat mengajaknya bermain, pastikan permainannya pas dan aman untuk dilakukan anak seusianya.

sheknows.com

6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Apa saja aspek-aspek perkembangan anak usia dini yang perlu diberikan stimulasi? Mulai dari aspek motorik kasar atau kemampuan anak untuk mengontrol gerakan tubuh. Lalu aspek motorik halus, di mana anak bisa mengontrol gerak dan keluwesan jari-jari tangannya.

Kemudian ada juga aspek kognitif atau perkembangan berfikir anak. Ada juga kemampuan bahasa anak, di mana pada usia 4-6 tahun, kemampuan berbahasa anak seharusnya sudah berkembang seiring dengan rasa ingin tahunya. Pada usia 5-6 tahun, anak juga umumnya sudah bisa membuat satu kalimat yang terdiri dari enam sampai delapan kata. Mereka juga bisa menjelaskan arti kata yang sederhana dan mengetahui lawan kata.

Selanjutnya ada aspek emosi, di mana sang anak mampu mengekspresikan berbagai perasaan yang dirasakannya. Dan terakhir ada aspek sosial yaitu kemampuan anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan serta memberikan respon pada orang lain.

Semoga informasi seputar cara menstimulasi perkembangan anak usia dini ini bisa membantu Anda dalam mendidik sang anak.