Posts Tagged "Pendidikan Anak Usia Dini"

2Jul2018

Generasi Emas Itu Berawal dari Pendidikan Anak Usia Dini. Petuah lama mengatakan bahwa “jika ingin merengkuh bambu maka rengkuhlah dari rebungnya”. Kata-kata ini tepat sekali bahwa ketika kita menginginkan seorang anak atau generasi yang baik kedepannya maka perhatikanlah pendidikan anak di usia dini. Anak usia dini sering disebut juga golden age atau generasi emas.

Secara definisi Pendidikan Anak Usia Dini dapat dipahami sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003).

Dimana pada generasi inilah seharusnya nilai-nilai luhur tentang kehidupan harus ditanamkan. Sebagaimana Friedrich Wilhem August Frobel sang pendiri Kindergarten atau dikenal sebagai Probel School mengatakan bahwa “Anak usia dini diibaratkan seperti tunas tumbuh-tumbuhan, masih memerlukan pemeliharaan dan perhatian sepenuhnya dari si “Juru Tanam”. Probel School merupakan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini pertama di Dunia yang berdiri di Kota Blankerburg, Jerman.

Berdasarkan penjelasan di atas maka tidak heran saat ini pertumbuhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangatlah signifikan. Dimana-dimana sekarang kita lihat bermunculan lembaga PAUD baik yang dilenggarakan oleh pemerintah maupun di bawah yayasan. Ini menunjukkan keseriuasan para pemerhati pendidikan tentang pentingnya pendidikan anak di usia dini.

Adapun secara historis di Indonesia Pendidikan Anak Usia Dini atau sering disingkat PAUD itu sendiri berawal pada masa penjajahan Belanda. Seiring perjalanan waktu keberadaan PAUD mulai diakui oleh pemerintah pada tahun 1950 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 4 tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah. Dimana di dalamnya tertuang bahwa PAUD yang pada saat itu masih diberi nama Taman Kanak-Kanak (TK) termasuk dalam Sistem Pendidikan Nasional. Pada tahun itu jugalah berdiri sebuah organisasi yang disebut Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) tepatnya pada tanggal 22 Mei 1950 (Buku Kerangka Besar Pengembangan PAUD Indonesia Periode 2011-2025, Dirjen PAUDNI, Non Formal dan Informal, Kemendiknas Tahun 2011).

Berawal dari sanalah lembaga PAUD atau TK mulai dirintis sampai ke pelosok Negeri. Saat ini (2017) kita bisa melihat keberadaan PAUD atau TK menjadi perhatian yang luar biasa dari pemerintah dan orang tua yang ditandai dengan semakin besarnya animo masyakat untuk menyekolahkan anaknya masing-masing dan perhatian pemerintah baik dari sisi materil maupun non materil mulai meningkat meskipun terbilang lambat jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Meskipun terbilang lambat namun kita yakin bahwa keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia merupakan titik awal yang baik dalam melahirkan generasi emas dimasa yang akan datang. Generasi emas yang mampu menjadikan sebuah bangsa besar yang patut disegani oleh bangsa lain dimata dunia. Namun semuanya butuh proses. Semua elemen harus berkerja sama dengan baik. Masyarakat, orang tua harus mendukung program pendidikan yang diselenggarakan di sekolah, begitu juga sebaliknya. Karena jelas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa jalur pendidikan itu terbagi menjadi tiga yaitu pendidikan formal, non formal dan informal.

Pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Adapun pendidikan non formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang diselenggarakan dilingkungan keluarga. Ketiga jalur tersebut harus saling mengisi, melengkapi dan saling memberikan nilai pendidikan yang luhur sebagai pondasi awal kehidupan anak yang lebih baik.

Jangan mengharapkan anak bisa baik akhlak dan prilakunya ketika orang tua hanya memberikan tanggungjawab dan melepas sepenuhnya kepada sekolah tanpa ada kesadaran dari orang tua tentang pentingnya pendidikan anak dalam keluarga. Begitu juga sebaliknya jangan menuntut banyak kepada sekolah ketika masyarakat tidak bisa menghadirkan lingkungan yang mendukung untuk anak belajar memahami hidup lewat pendidikan  yang ada  lingkungan masyarakat.

Ini penting dipahami mengingat saat ini fungsi keluarga seolah-olah mulai tergeserkan dari fungsi yang sesungguhnya. Orang tua sibuk bekerja namun melupakan tanggung jawabnya sebagi pendidik pertama bagi anak-anak mereka. Masyarakat seolah-olah mulai acuh tak acuh dengan pendidikan bagi anak yang dihadirkan dalam bentuk  lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai positif. Dimana semua itu menjadi bagian dalam pendidikan  bagi anak sebagai generasi emas bangsa.

4Jul2017

Pendidikan anak usia dini di Finlandia sekarang ini memang sedang menjadi sorotan. Betapa tidak, karena pendidikan di negara ini menempati peringkat teratas pendidikan Eropa selama 16 tahun terakhir. Hal ini tentu menarik perhatian seluruh dunia dan ingin tau apa sih rahasianya?

Dunia pendidikan anak usia dini di Finlandia menerapkan kegiatan belajar dan sekolah itu haruslah menyenangkan. Dengan kegiatan yang menyenangkan maka bisa membuat anak belajar lebih efektif. Seluruh pusat pendidikan di Finlandia tidak menekankan dalam berhitung, membaca ataupun menulis. Bahkan anak-anak tidak akan mendapatkan pelajaran formal dalam bidang tersebut sampai usianya tujuh tahun dan masuk sekolah dasar. Hal yang menjadi penekanan meraka adakan permainan kreatif.

Berikut ini 10 fakta seputar pendidikan di Finlandia:

cdn77.org

Anak-anak Di Finlandia Belum Disekolahkan Sebelum 7 Tahun

Bukan hanya di Finlandia, tetapi di negara-negara Nordik seperti Denmark, dan Swedia. Anak-anak yang belum menginjak usia tujuh tahun belum di sekolahkan. Masa pra-sekolah di Finlandia dimulai pada usia lima tahun, dan itupun lebih menekankan pada bermain serta bersosialisasi. Orang Finlandia percaya, anak-anak bisa belajar dan mengembangkan diri melalui bermain.

studyinfinland.fi

Sedikit Ujian dan Tidak Ada PR

Dalam satu kelas, 12 anak diajar oleh satu guru. Cara ini memungkinkan anak untuk berinteraksi lebih sering dengan gurunya. Di Finlandia juga, sekolah tidak mengenal ujian nasional, namun guru lah yang melakukan penilaian pada siswanya. Penilaian itu pun bukan bahan untuk kelulusan tetapi sekedar informasi untuk meningkatkan pembelajaran siswa.

Begitu pun dengan PR, siswa di Finlandia tidak dibebani pekerjaan rumah yang berat loh.

finland.fi/

Semua Guru Harus Magister dan Diberi Otonomi dalam Mengajar

Setiap guru di Finlandia harus bergelar minimal magister. Dalam mengajar pun guru diberikan kebebasan membuat kurikulum sendiri lalu menerjemahkan standar tersebut.

Profesi guru di Finlandia sangat terhormat sehingga seleksinya pun ketat. Hanya orang yang menempati peringkat 10 persen teratas bisa mendaftar sebagai guru. Guru di Finlandia juga hanya mengajar selama empat jam perhari dan selama dua jam mereka akan mengembangkan kurikulum serta menilai kemajuan siswa.

turner.com

Sekolah Sepenuhnya Didanai Negara

Dalam artian, semua sekolah di Finlandia gratis. Bahkan negara juga memberikan makan siang, layanan kesehatan, dan angkutan umum gratis untuk pelajarnya.

sbs.com.au

Tidak Ada Kompetisi

Sistem pendidikan di Finlandia tidak mengenal kompetisi dalam artian tidak ada sistem peringkat. Tidak ada istilah murid terbaik ataupun guru terbaik dan skeolah terbaik atau sekolah unggulan. Semua didorong untuk bekerjasama meningkatkan kemajuan pendidikan di negaranya.

universityherald.com

Serikat Guru Kuat

Sekitar 95% guru di Finlandia bergabung dalam perserikatan. Dan mereka memberikan 1,2% dari gajinya untuk mendanai perserikatan tersebut. Serikat inilah yang menjadi alat bagi mereka untuk memperjuangkan hak-haknya, mulai dari gaji, tunjangan serta menjadi corong dalam menyuarakan masalah pendidikan.

thehieno.com

Pendidikannya Berbasis Kesetaraan

Slogan “Pendidikan Untuk Semua” di Finlandia ini benar adanya. Tidak ada siswa yang diistimewakan dan semuanya setara. Tidak ada juga kompetisi yang menjadikan suatu sekolah lebih unggul atau seorang siswa lebih pintar ataupun tidak pintar.

 

Metode Pengajaran yang Inovatif

Pendidikan di Finlandia sekarang ini menggunakan metode mengajar dengan topik atau fenomena. Dalam metode baru ini, pelajar akan belajar lebih banyak subjek secara sekaligus. Misalnya, topik mengenai Uni Eropa di dalamnya ada sejarah, geografi, bahasa serta perekonomiannya.

 

Pendidikan anak usia dini di Finlandia memang fokus dalam bermain namun sambil belajar. Tidak ada proses belajar yang menekan sampai membuat stres anak. Dipercaya dengan bermain ini anak bisa mempelajari sesuatu. Bagaimana menurut Anda mengenai sistem pendidikan di Finlandia ini?