Lingkungan Mempengaruhi Anak

Lingkungan mempengaruhi anak memang benar adanya. Perkembangan anak sendiri selain bisa dipengaruhi oleh lingkungan, juga oleh faktor hereditas atau genetik. Apa itu faktor genetik? Faktor ini merupakan faktor bawaan atau warisan dari orangtuanya.

Faktor lingkungan sendiri yang sering ditakuti oleh para orangtua dalam perkembangan anaknya. Mengingat setiap harinya, anak bergaul di lingkungan sekitarnya, anak pun akan lebih mudah meniru apa yang dia lihat di lingkungannya. Untuk itu sangat penting loh menciptakan lingkungan sehat dan positif di sekitar tumbuh kembang anak.

Namun masalahnya, tidak semua orang yang ada di lingkungan tempat tumbuh kembang anak memiliki prilaku postif. Lalu apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini? berikut beberapa tipsnya:

Memberitahu Mana yang Baik dan Tidak Baik

Anak mungkin melakukan sesuatu yang tidak baik karena meniru seseorang di lingkungan sekitarnya. Jika hal ini terjadi, maka Anda bisa menjelaskan pada anak jika prilaku ini tidak baik. Tugas sebagai orangtua salah satunya adalah memberitahukan mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi kepada anak.

Pastikan Lingkungan Keluarga Mendukung

Perkembangan anak juga bisa terpengaruhi oleh lingkungan keluarga. Apalagi jika Anda tinggal dengan anggota keluarga lainnya. Sebisa mungkin anggota keluarga ini juga harus mencontohkan prilaku yang baik.

Ketika Anda sudah memberikan contoh yang baik tetapi anggota keluarga lainnya tidak, maka anak bisa saja terpengaruhi. Untuk itu sangat penting untuk dapatkan dukungan dari anggota keluarga lainnya.

Memberikan Contoh yang Baik

Faktor lingkungan memang bisa berpengaruh besar pada perkembangan anak. Namun kembali lagi, pertumbuhan anak bisa baik jika orangtuanya bisa memberikan contoh yang baik dan membimbingnya.

Mulailah dari diri sendiri dengan melakukan sesuatu yang baik sehingga anak bisa menirunya. Ketika anak melakukan sesuatu yang tidak baik, maka Anda bisa memberitahukannya jika itu tidak baik dan memberikan contoh seperti apa yang baiknya.

Cara dan gaya orangtua dalam berprilaku akan menjadi sumber untuk ditiru anak. Anak akan melihat bagaimana orangtuanya bersikap pada dia juga lingkungannya. Dari pengamatan ini anak akan meniru bahkan hingga dewasa.

 

Memilih Sekolah yang Tepat

Jika anak sudah memasuki usia sekolah, baik itu kelompok bermain aaupun sekolah dasar. Pastikan juga Anda telah memilih sekolah yang tepat. Sekolah tersebut tidak hanya harus memiliki citra yang baik, tetapi juga guru, serta lingkungan yang positif.

Lingkungan sekolah diibaratkan sebagai lingkungan kedua setelah keluarga. Sebelum memilih sekolah, sebaiknya Anda mencari tau dan melihat-lihat dahulu bagaimana kondisi sekolah tersebut.

Tidak ada salahnya untuk memasukkan anak usia dini ke sebuah kelompok bermain. Asalkan kelompok bermain tersebut benar-benar mengajak bermain sambil belajar dan tidak memberikan tekanan pada anak. Bahkan dengan memasukkan anak ke kelompok bermain ini bisa membantu anak berkembang lebih baik karena dibimbing oleh guru sebagai pihak yang berpengalaman serta profesional dalam urusan tumbuh kembang anak.

Di kelompok bermain ini, anak-anak akan diperkenalkan dengan dunia baru yang akan menambah wawasan serta keterampilannya. Asalkan guru serta lingkungan sekolahnya terjamin baik, maka prilaku dan tumbuh kembang anak pun akan berjalan positif.

Lingkungan mempengaruhi anak, hal ini tidak bisa Anda hindari. Mengingat tanpa bersosialisi dengan lingkungan bisa menyebabkan pertumbuhan anak terganggu. Namun sebagai orangtua, Anda bisa mencegah atau mengantisipasi agar lingkungan tersebut tidak berpengaruh buruk untuk anak. Salah satu kuncinya adalah memberikan contoh yang baik bagi anak untuk ditiru.

  1. thehealthsite.com
  2. http://www.ocpreschool.org
  3. http://3.bp.blogspot.com
  4. parenting.com
  5. kidspot.com.au

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*