Tumbuh Kembang Anak Lambat, Kenali Tanda Bahaya Ini!

Tumbuh kembang anak lambat, sering kali tidak disadari para orangtua. Perlu diketahui, seorang anak dapat mengalami keterlambatan hanya di satu ranah perkembangan saja atau dapat pula di lebih dari satu ranah perkembangan, biasa disebut keterlambatan perkembangan umum (global developmental delay). Artinya, keterlambatan perkembangan terjadi di dua atau lebih ranah perkembangan.

Ranah perkembangan anak umumnya terdiri dari motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial. Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak berusia di bawah 5 tahun. Sedangkan, untuk anak yang lebih tua umumnya menggunakan istilah retardasi mental. Perlu diingat, anak dengan gangguan perkembangan umum tidak selalu mengalami retardasi mental saat ia beranjak dewasa.

Penyebab tumbuh kembang anak lambat bisa beragam, antara lain gangguan genetik, gangguan susunan saraf, bayi lahir tidak cukup bulan (bayi prematur), bayi berat lahir rendah dan bayi mengalami sakit berat pada awal kehidupan.
Pada dasarnya setiap anak memang memiliki perkembangan dan kecepatan pencapaian yang berbeda. Kisaran waktu pencapaian tiap tahap perkembangan pun umumnya cukup besar. Misalnya anak dikatakan normal jika ia dapat berjalan mulai usia 10-18 bulan, namun sering kali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Maka dari itu, orangtua perlu mengenal tanda bahaya (red flag) perkembangan anak.

Tanda bahaya perkembangan motorik halus
• Anak masih sering melakukan eksplorasi oral atau memasukkan mainan ke dalam mulut setelah usia 14 bulan
• Perhatian penglihatan anak masih inkonsisten
• Aktivitas anak didominasi oleh satu tangan sebelum usia 1 tahun
• Posisi tangan anak mengepal atau menggenggam setelah usia 4 bulan.

Tanda bahaya perkembangan motorik kasar
• Anak bergerak tidak seimbang antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan
• Anak mengalami gangguan tonus otot (hipotonia)
• Anak mengalami gangguan refleks tubuh (hiporefleksia)
• Gerakan anak tidak terkontrol.

Tanda bahaya kognitif
• Kurangnya fiksasi, seperti ikatan emosional pada usia 2 bulan
• Kurangnya kemampuan mata anak mengikuti gerak benda pada usia 4 bulan
• Anak belum memiliki respons atau mencari sumber suara pada usia 6 bulan
• Anak belum mampu berbicara (babbling) seperti mama, baba pada usia 9 bulan
• Belum ada kata yang berarti/ bermakna yang diucapkan anak pada usia 24 bulan
• Anak belum mampu merangkai 3 kata (frase) pada usia 36 bulan.

Tanda bahaya bahasa/ bicara
• Orangtua tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan
• Anak tidak mampu membuat kalimat yang bermakna setelah 24 bulan
• Anak kurang mampu memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
• Respons anak tidak konsisten ketika dipanggil
• Kurangnya perhatian atau ketertarikan anak dengan orang lain pada usia 20 bulan
• Anak sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan.

Tanda bahaya sosio-emosional
• Anak jarang senyum atau menunjukkan ekspresi senang lainnya pada usia 6 bulan
• Anak kurang menunjukkan ekspresi wajah dan bersuara pada usia 9 bulan
• Anak tidak merespons ketika dipanggil namanya pada usia 12 bulan
• Anak belum mampu mengucapkan satu kata pun pada usia 15 bulan
• Anak tidak bisa bermain pura-pura pada usia 18 bulan
• Anak belum mampu menggabungkan 2 kata yang bermakna pada usia 24 bulan
• Tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi.

Untuk mengenali tumbuh kembang anak lambat, perlu adanya pemeriksaan deteksi dini atau atau skrining perkembangan pada anak. Hal ini sangat penting dilakukan dan harus dilakukan menggunakan alat khusus skrining perkembangan yang tepat. Dengan mengetahui tanda bahaya secara dini, maka orangtua dapat menemukan penyebab keterlambatan tumbuh kembang pada anak dan cara mengatasinya.

Sumber gambar:
1: uniqlo.com
2: pinimg.com
3: pixabay.com
4: tesco-baby.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*